Tren Pelanggaran Perda AKB di Pariaman Meningkat

Sangsi AKB
Sangsi AKB (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Sudah lebih satu pekan Penerapan AKB di kota Pariaman berlangsung. Hingga kini tercatat sekitar 340 pelanggar Perda tersebut, kendatipun demikian dari sekian pelanggar, 80 persen memilih sangsi sosial ketimbang membayar denda.

Menyoal perihal tersebut, Kasat Pol PP Elvis mengatakan dari awal peraturan AKB diterapkan tren pelanggaran semakin meningkat. "Dari awal jumlah pelanggar terus meningkat. Sekarang terjaring sebanyak 340 pelanggar. Dari sekian pelanggar sebanyak 312 memilih sangsi sosial ketimbang membayar denda senilai 100 ribu rupiah," ungkap Elvis, Selasa 20 Oktober 2020.

baca juga: Kabar Gembira! Diskon Tambah Daya "Super Merdeka" untuk UMKM dan IKM Kembali Diperpanjang Hingga Akhir Tahun

Dikatakannya juga, hanya sebanyak 28 orang pelanggar yang membayar denda seratus ribu rupiah itu. "Bagi 312 orang tersebut diberi sangsi sosial dengan cara membersihkan kawasan umum dan kawasan wisata," jelas Elvis.

Harapannya, untuk kedepan tidak ada lagi warga Pariaman yang melakukan pelanggaran. "Paling tidak jumlah pelanggar berkurang, itu harapan kami," ulasnya. Dia juga mengimbau kepada setiap warga Kota itu agar senantiasa menerapkan aturan atau mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

baca juga: Besok Bawaslu Sumbar Akan Plenokan Kasus Kasatpol PP Padang

"Razia seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala hingga perintah dari pimpinan, untuk menghentikan," katanya.

Untuk diketahui, pelanggar paling banyak terjadi lagi-lagi terkait tidak menggunakan masker penutup mulut.

baca juga: Gubernur Sumbar Serahkan Bonus 1,6 Miliar Pada Atlet Berprestasi

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani