Seluruh Pengelola dan Karyawan Kuliner di Padang Wajib Tes Swab: Sanksi Tempat Usaha Ditutup

Tempat nongkrong di Maninjau
Tempat nongkrong di Maninjau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menginstruksikan seluruh pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, caffe dan sejenisnya wajib mengikuti tes swab pemeriksaan RT PCR paling lambat dua minggu setelah ditetapkannya instruksi ini.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat nomor 360/223/covid-19-SBR/X-2020 tentang pengawasan dan penegakan protokol kesehatan pada rumah makan, restoran, caffe dan sejenisnya di Kota Padang yang ditetapkan pada Selasa, tanggal 20 Oktober 2020.

baca juga: Apakah Anak-anak Juga Akan Mendapatkan Vaksin COVID-19?

Pelaksanaan tes swab tidak dipungut biaya apapun atau gratis, para pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, caffe dan sejenisnya dapat langsung menghubungi Dr. Andani Eka Putra di nomor telpon 081226954302 di laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas kota Padang.

Keluarnya surat tersebut dilatarbelakangi dengan terjadinya peningkatan jumlah kasus covid-19 yang semakin tinggi beberapa waktu belakangan ini dapat disinyalir akibat ketidakdisiplinan menjalankan protokol kesehatan khususnya di rumah makan, restoran, caffe dan sejenisnya.

baca juga: Peneliti Nara Medical University Jepang Sebut Teh Dapat Melindungi Seseorang dari COVID-19

Untuk itu, gubernur juga mengingatkan agar walikota Padang memperketat pengawasan dan penegakan Perda nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian covid-19 di rumah makan, restoran, caffe dan lainnya.

Bagi restoran, rumah makan, dan caffe yang sudah mengikuti tes swab dan menjalankan protokol kesehatan maka akan mendapatkan sertifikat, namun jika ada pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, caffe dan sejenisnya tidak mengikuti tes swab dan menjalankan protokol kesehatan maka akan diberikan saksi dengan penutupan tempat usaha atau sanksi sesuai dengan Perda nomor 6 tahun 2020. (*)

baca juga: 24 Warga Solok Positif Covid-19, 11 Diantaranya Anggota KPPS

Editor: Joni Abdul Kasir