Hari Pertama Operasi Yustisi di Agam, 49 Orang Terjaring

Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan
Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Sebanyak 49 orang terjaring di hari pertama Operasi Yustisi penegakan Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Agam .

Ketua Tim Terpadu Penegakan Perda AKB Agam , Martias Wanto mengatakan, Operasi Yustisi dilakukan di tiga lokasi Kecamatan Tanjung Raya, Selasa 20 Oktober 2020.

baca juga: Surati Parpol, KPU Agam Minta APK Sudah Dibuka di Masa Tenang

"Untuk hari pertama, kita operasi di Tanjung Raya dengan membuat dua tim. Tim pertama di Objek Wisata Linggai dan Muko-Muko. Tim kedua di kawasan Pasar Maninjau," kata Martias Wanto.

Di kawasan Pasar Maninjau, tim terpadu menjaring 36 orang, baik pengunjung ataupun pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

baca juga: Kembali Berinovasi, Disdukcapil Agam Luncurkan Siskamling Every Day Sukseskan Pilkada 2020

Dari 36 orang, sebanyak 29 orang diberi sanksi sosial dengan memakai rompi pelanggar Perda sambil membersihkan fasilitas umum. Sebanyak 7 orang membayar denda Rp100 ribu.

Sementara itu, 12 orang terjaring di Objek Wisata Muko-Muko dan 1 orang di Objek Wisata Linggai. Mereka diberi sanksi sosial dengan memakai rompi pelanggar protokol kesehatan.

baca juga: Lassy Dairy Farm di Lasi Agam, Wisata Edukasi Sapi Perah yang Bernuansa Alam Pegunungan

"Setiap tim yang turun ke lapangan lebih kurang sebanyak 30 orang, terdiri dari TNI, Polri, Kepala OPD, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Lainnya," ujarnya.

Puluhan pelanggar yang terjaring, datanya diinput ke dalam aplikasi Sipelada.

baca juga: Pemkab Agam Terima Penghargaan dari Kemenkeu

Dikatakan Martias Wanto, sebelumnya Pemkab Agam telah mensosialisasikan Perda AKB selama 10 hari.

"Jadi tidak ada lagi alasan masyarakat tidak tahu. Kita berharap semuanya mematuhi Perda ini agar Covid-19 dapat ditekan," pungkasnya.

Editor: Rezka Delpiera