Sosialisasi Paritrana Award, BPJamsostek Ungkap Ada Berbagai Peningkatan Manfaat yang Dapat Dirasakan

Kegiatan Sosialisasi Paritrana Award 2020 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang pada Selasa, 20 Oktober 2020.
Kegiatan Sosialisasi Paritrana Award 2020 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang pada Selasa, 20 Oktober 2020. (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF -

BPJS Tenagakerja atau BPJamsostek Padang melakukan Sosialisasi Paritrana Award 2020 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Kegiatan tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom meeting yang diikuti oleh Deputi Direktur Wilayah Sumbar-Riau BPJamsostek Pepen S Almas, Kepala Disnakertrans Provinsi Sumbar, Kepala BPJamsostek Cabang Padang, Asisten Administrasi Umum dan Kesra Sumbar serta peserta sosialisasi Paritrana Award 2020.

baca juga: Implementasi JKK-RTW, BPJAMSOSTEK Kembali Diganjar Penghargaan dari Kemenpan RB

Pada kesempatan tersebut, terlihat peserta zoom meeting pada sosialisasi tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Deputi Direktur Wilayah Sumbar-Riau BPJamsostek Pepen S Almas menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada peserta zoom meeting webinar terkait Paritrana Award untuk 2020.

Ia menjelaskan bahwa Anugerah Paritrana Award 2019 diberikan kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, Paritrana Award diikuti 34 provinsi, 95 kabupaten/kota, 88 perusahaan besar, 99 perusahaan, dan 34 Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

baca juga: JKK-RTW, Program BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja

"Ada banyak peningkatan dari manfaat melalui kepersertaan di BPJamsostek sejak Desember 2019. Berbagai momentum menjadi sebuah penambahan manfaat yang dapat dirasakan oleh setiap peserta BPJamsostek baik oleh pekerja maupun pemberi kerja. Momentum pertama yakni Paritrana Award ini," ujar Pepen S Almas di hadapan peserta webinar.

Pepen mengungkapkan, pada Agustus 2020 lalu, pemenang Paritrana Award 2019 dilakukan dan hasilnya telah diumumkan di Istana Negara oleh Wapres RI. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah perusahaan menengah yang ada di Sumbar, yaitu PT Kunango Jantan dengan mendapatkan hadiah kendaraan mobil dengan jenis Ayla tipe G. Sementara itu, ada juga penerima penghargaan dari kategori UMKM di Solok yakni Rumah Makan Salero Basamo.

baca juga: Tangannya Tergiling Mesin Saat Bekerja, BPJamsostek Cabang Padang Beri Bantuan Tangan Palsu untuk Mualim

Selain itu, Pepen menjelaskan bahwa di samping memberikan penghargaan pada pelaku usaha atau perusahaan pemberi kerja, Paritrana Award juga dapat diterima oleh kepala daerah provinsi seperti Gubernur atau dari Pemkab/Pemko yaitu Bupati atau Walikota.

"Saya masih ingat sewaktu pegumuman Paritrana Award 2019, Kadisnaker sedang berada di ruangan kanwil Sumbar-Riau, Pekanbaru. Saat itu diumumkan bahwa untuk tingkat provinsi yang menang yaitu dari Papua Barat, dari Sulsel dan Sulawesi Utara. Kemudian, ada pernyataan dari Kadisnakertrans Sumbar, Nasrizal, Oh Papua Barat menang, kira-kira apa hal menarik yang dilakukan oleh daerah tersebut? Menurut saya, hal itu dinilai sebagai sebuah tantangan dan semangat kita semua tentang bagaimana jika 2019 Papua Barat, namun mudah-mudahan 2020 Sumbar," katanya.

baca juga: Pekerja Migran Pahlawan Devisa Negara, Darul Siska Minta Pemerintah Jamin Keamanan dan Keberadaannya

Ia mengungkapkan bahwa bukan hal mudah bagi suatu daerab untuk bisa mendapatkan penghargaan tersebut, karena dibutuhkan komitmen yang luar biasa dari Kepala daerah yang ada di Sumbar, kemudian Kadisnkertransnya, serikat pekerjanya dan unsur lainnya yang tentu mendukung dari penilaian pemenang Paritrana Award.

Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai momentum kedua dari peningkatan manfaat yang dirasakan oleh peserta BPJamsostek, terutama untuk peserta yang aktif. Ia mengungkapkan bahwa BPJamsostek tiap wilayah mendapat tugas dari pemerintah untuk menjadi data base yang diambil dari BPJamsostek mengenai pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta untuk mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi penghasilan. Dimana peserta aktif dari BPJamsostek berhak mendapatkan bantuan Rp 600ribu selama 4 bulan yang dibayarkan sebanyak 2 kali, masing-masing Rp 1,2 juta untuk 2 bulan awal dan Rp 1,2 jutanya lainnya di bulan setelahnya.

"Kami bertugas untuk menyiapkan data para pekerja yang berhak menerima BSU tersebut, lalu kami memberikan datanya pada Kementrian Tenaga Kerja RI dan nanti mereka lah yang menjadi penentu seperti verifikasi data terkait karyawan atau tenaga kerja mana saja yang berhak. Jadi BPJamsostek hanya bertugas penyedia data untuk diberikan pada BPJamsostek" Katanya.

Selanjutnya, momentum keempat yaitu mengenai PP 49 tahun 2020 tentang Relaksasi Iuran. Jika sebelumnya ada BSU, yang sebagai bentuk subsidi pemerintah pada tenaga kerja, maka relaksasi ini diberikan kepada pemberi kerja atau perusahaan. Yang direlaksasi yaitu diskon untuk bentuk iuran hingga 99 persen yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sehingga pemberi kerja yang biasanya membayar sebanyak 100 persen, namun selama adanya relaksasi cukup bayar 1 persen. Namun untuk JHT tetap harus bayar 100 persen, sementara untuk jaminan pensiun tetap harus bayar dengan jumlah yang sama namun boleh dilakukan penangguhan untuk beberapa bulan.

"Program relaksasi ini luar biasa meringankan peserta dan pemberi kerja yang terdaftar di BPJamsostek," katanya.

Ia menuturkan, keempat momentum tersebut mengonfimasi pada masyarakat bahwa betapa untungnya menjadi peserta BPJamsostek. Bahkan manfaatnya sudah cukup signifikan pada Desember 2019.

Ia memberi contoh seperti adanya manfaat tambahan, berupa diskon atau relaksasi iuran tanpa mengurangi manfaatnya yang dapat dirasakan oleh peserta.

"Semoga momentum ini dapat menjadi stimulus dan spirit kita untuk meningkatkan kepesertaan kita pada BPJamsostek karena manfaatnya yang luar biasa, kemudian iurannya yang tidak memberatkan," ujarnya lagi.

Selain itu, ia juga berharap bahwa Provinsi Sumbar dapat meningkatkan jumlah kepesertaan dari tenaga kerja di Sumbar, sehingga dapat lebih menjamin keselamatan dan kesejahteraan pekerja yang ada di daerah tersebut.

"Mudah-mudahan Provinsi Sumbar menjadi provinsi yang paling agresif dalam akuisisi kepersertaan, karena kami optimis dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak dapat mendukung program perlindungan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Sumbar, terutama di negeri kita tercinta," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumbar Nasrizal mengungkapkan bahwa jaminan keselamatan pekerja adalah hal yang harus didapat oleh pekerja . Dengan mendaftarkan para pekerja di BPJamsostek dan mengikuti program yang ada, maka itu akan memberikan banyak hal positif pada para pekerjanya, terutama dalam jaminan keselamatannya saat bekerja, jaminan hati tua maupun Jaminan pensiunan.

"Di Sumbar, menurut data yang kita miliki, belum sampai 30 pekerja di daerah kita yang belum terdaftar dalam jaminan keselamatan kerja melalui BPJamsostek. Padahal banyak hal bagus yang bisa didapatkan jika pekerja didaftarkan pada BPJamsostek," kata Nasrizal.

Ia memberi contoh nilai positif yang didapatkan oleh pekerja jika didaftarkan jaminan sosial dan keselamatan kerjanya didaftarkan pada BPJamsostek, seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang sebelumnya disalurkan pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja untuk peserta aktif BPJamsostek dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Bantuan itu diberikan untuk pekerja selama 4 bulan dengan penyaluran uangnya yang bertahap.

"Selain itu, saya yakin ada banyak program lainnya dari BPJamsostek yang memberikan manfaat pada peserta lainnya yang dapat kita lihat dan rasakan. Karena itu saya berharap semoga perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya dapat segera mendaftarkan seluruh pekerjanya," tuturnya.(*)

Editor: Khadijah