Transfer Dana Pusat Berkurang, Kota Payakumbuh Harus Lakukan Efisiensi Pada APBD 2021

Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda.
Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh harus melakukan efisiensi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kota Payakumbuh 2021 karena transfer dana dari pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID), dan dana lainnya akan berkurang sekitar Rp101 milliar

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menyebut, kondisi itu berdampak terhadap APBD daerah tersebut.

baca juga: Silaturahim ke Veteran, Kababinminvetcaddam I/BB Salurkan Tali Asih Jelang Lebaran.

"Ini sudah keputusan kementrian keuangan tentang transfer alokasi ke daerah," kata Rida, Rabu (21/10).

Menurutnya, dengan berkurangnya dana APBD , anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dikurangi meskipun saat ini masih dalam tahap pembahasan.

baca juga: Santuni Warga Kurang Mampu, LKS Peti Bunian Lamposi Salurkan Ratusan Paket Sembako

"Nantinya tentu tahapannya harus disetujui oleh DPRD, jadi ini baru pembahasan dan OPD memang sudah mulai melakukan entri meskipun intinya tetap harus persetujuan DPRD," ujarnya.

Bahkan, dampak dari pengurangan tersebut membuat beberapa program atau pembangunan fisik yang sebelumnya telah direncanakan harus ditunda pelaksanaannya dan termasuk belanja kantor.

baca juga: Wali Kota Riza Falepi Pimpin Gelar Pasukan Ops Ketupat 2021 di Polres Payakumbuh

"Mulai dari belanja alat perkantoran termasuk komputer, pengadaan baju dinas, bahkan perjalanan dinas dikurangi hingga 35 persen. Ini yang saat ini bisa dilakukan karena berkurangnya anggaran ini," ujarnya.

Salah satu program pembangunan yang kemungkinan harus ditunda, sambungnya adalah proses pembangunan Masjid Agung yang semulanya direncanakan mulai dibangun pada 2021.

baca juga: APBD Rp 182 Triliun, Presiden Sebut Pemerintah Daerah Harus Segera Belanjakan

"Karena pengurangan pada 2021 hanya dapat dilakukan pembebasan lahan, belum dapat dibangun. Meskipun rencananya pada 2021 sudah ada yang mulai dikerjakan," kata Rida.

Meski begitu ia memastikan bahwa beberapa program yang dalam rangka pemulihan ekonomi masih akan berlangsung seperti pembangunan jalan, drainase dan pengairan.

"Intinya itu belanja pada 2021 direncanakan akan fokus atau lebih diarahkan kepada masyarakat. Bagaimana dapat kembali memulihkan ekonomi," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat