Terbukti Bersalah, Muzni Zakaria Divonis Empat Tahun Penjara

Sidang Vonis Perkara Suap Bupati Solok Selatan Non Aktif Muzni Zakaria
Sidang Vonis Perkara Suap Bupati Solok Selatan Non Aktif Muzni Zakaria (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas I A Padang menggelar sidang vonis hukuman terdakwa perkara suap kepada Bupati Solok Selatan non aktif Muzni Zakaria .

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yoserizal dengan anggota Hakim M Takdir dan Zulaikha.

baca juga: Pj. Sekdakab Solsel: ASN Tetap Semangat Jalankan Tugas di Tengah Pandemi

"Menjatuhkan vonis hukuman kurungan penjara kepada Bupati Solok Selatan non-aktif Muzni Zakaria selama empat tahun pidana penjara dan denda Rp250 juta subsider empat bulan penjara," katanya saat membacakan amar putusan.

Muzni Zakaria dinyatakan terbukti melanggar pasal 12 huruf b Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

baca juga: Menolak Gelar Datuknya Saat Masih Sekolah, Jasman Rizal Kini Resmi Sandang Gelar Adat Ketika Jabat PJS Bupati Solsel

Vonis pidana penjara tersebut, lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada sidang sebelumnya menuntut Muzni Zakaria dengan hukuman penjara enam tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual itu, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik terhitung sejak selesai menjalani pidana.

baca juga: Jasman Rizal Terima Gelar Adat "Datuak Bandaro Bendang"

"Yang memberatkan hukuman, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi dan tidak mengakui perbuatannya," katanya.

Adapun hal yang meringankan bagi terdakwa, berkelakuan baik dan sopan selama persidangan, memiliki riwayat penyakit jantung dan belum pernah terlibat kasus pidana.

baca juga: Solsel Wajibkan Test PCR terhadap Penyelenggara Pemilu

Menanggapi hal tersebut, Penasehat Hukum (PH) Muzni Zakaria , David Fernando dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengaku berpikir-pikir dulu terkait vonis yang dijatuhkan kepada kliennya tersebut.

Diketahui, kasus Muzni Zakaria merupakan kasus dugaan suap pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solok Selatan yang melibatkan Bos PT Dempo Group M Yamin Kahar dan Bupati Non Aktif Solok Selatan Muzni Zakaria .

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan M Yamin Kahar bersama Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria sebagai tersangka. Untuk perkara M Yamin Kahar telah disidang beberapa kali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Kelas 1A Padang.

Muzni Zakaria diduga menerima suap Rp 460 juta untuk proyek pembangunan Jembatan Ambayan. KPK juga mengatakan ada dugaan aliran suap Rp 315 juta terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan yang diberikan Muhammad Yamin Kahar kepada bawahan Muzni.

Suap itu diduga diberikan atas permintaan Muzni Zakaria kepada M Yamin Kahar. Muzni Zakaria diduga memerintahkan bawahannya agar memenangkan perusahaan yang digunakan Muhammad Yamin Kahar selaku kontraktor.

Editor: Muhammad Haikal