Libur Panjang Aman COVID-19, Ini Saran Epidemologi Unand

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pekan depan masyarakat akan memasuki liburan panjang dari 28 hingga 31 Oktober 2020 sebagai libur nasional dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Libur selama lima hari (termasuk Minggu 1 November) tentu akan dimanfaatkan sebagian orang untuk liburan termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini dikhawatirkan akan memicu meningkatnya kasus COVID-19 di Sumbar.

baca juga: Anies Baswedan Positif Corona

Sumbar merupakan salah satu tujuan wisata bagi daerah tetangga seperti Riau, Jambi dan Bengkulu. Pandemi dinilai tidak akan menyurutkan sejumlah masyarakat daerah tetangga itu berkunjung.

Namun situasi itu berbarengan dengan peningkatan angka positif COVID-19 di Sumbar. Tentunya diharapkan tidak ada wisatawan ke Sumbar terpapar COVID-19, begitu juga sebaliknya mereka yang berkunjung ke Sumbar tidak membawa virus tersebut.

baca juga: Hingga November 2020, Warga Solok yang Terpapar Covid-19 Berjumlah 429 Orang

Epidemolog Universitas Andalas Defriman Jafri mengatakan menghadapi liburan perlu dilakukan antisipasi penyebaran COVID-19. Pemerintah harus memastikan semua dalam kontrol. Kalau tidak maka akan beresiko menyebarkan penularan. Saat liburan jelas akan ada mobilitas orang yang tinggi mempengaruhi penularan.

Liburan bisa aman kalau pemerintah dapat mengontrol itu. Apalagi kesulitan lainnnya banyak masyarakat yang tidak percaya COVID-19 yang mencapai 39 persen dari hasil survei. Pemerintah harus dapat mengontrol orangnya, virusnya, dan lingkungan untuk mencegah penyebaran. Semua pengelola pariwisata harus siap dan harus memiliki SOP protokol kesehatan.

baca juga: Kisah Ria Oktorina, Penyintas Covid-19 Asal Solok Sumbar

"Pengelola harus punya SOP, tetapi bagaimana dengan masyarakat, mengubah prilaku ini tidak mudah, ini perlu diperhatikan oleh pemerintah. Sebaliknya kita mendorong juga pariwisata berjalan, tetapi benar benar diharapkan kontrol juga bisa pada diri masing masing, intervensi pemerintah juga diperlukan, kalau dibatasi jumlah orang itu juga bagus, perilaku mengingatkan memakai masker tidak hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi juga bagaimana sesama mengedukasi masyarakat," katanya webinar Harian Singgalang, Rabu (21/10).

Ia mengingatkan jangan kembali terjadi seperti saat selesai Pembatasan Sosial Berskala Besar dulu. Waktu itu pemerintah mengajak masyarakat berlibur ke Sumbar pada momen Idul Adha. Setelah itu penyebaran covid-19 di Sumbar terus meningkat hingga saat ini.

baca juga: KPU Padang Catat Sudah 469 KPPS Reaktif Covid-19, Bagaimana Persiapan Pencoblosan?

Ke depan tidak hanya momen liburan saja yang mesti diwaspadai tetapi terus ke yang lain ke depannya. Saat ini jumlah testing di Sumbar memang tinggi, tetapi jumlah positif juga tinggi.

"Jumlah testing yang tinggi juga tapi jumlah positif juga naik, tentu belum pasti memutuskan mata rantai penyebaran, harusnya jumlah testing tinggi dan jumlah positif menurun," katanya.

Bagaimana bisa ekonomi tetap berjalan itu memang dilakukan. Kontrol itu ada di pemerintah, selain itu juga mesti diwaspadai di Padang karena analis klaster banyak di padang. Saat ini kondisinya jumlah positif juga belum turun.

"Nantinya paling agak ruwet mana yang import case mana yang transmis lokal, Klaster berikutnya bisa terjadi, bisa kejar kejaran antara testing dan penyebaran covid," ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara COVID-19 Jasman Rizal mengatakan pariwisata salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Selain itu, sudah banyak masyarakat yang juga ingin berwisata karena jenuh di rumah.

Untuk aman berwisata tetap mengontrol serta melakukan tes swab di rumah makan, restoran, hotel dan lainnya sebagai bentuk pencegahan COVID-19 dan memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Hotel yang telah melakukan tes swab dan ditemukan kasus positif bisa dikatakan aman dari penularan karena telah ditindaklanjuti.

"Hotel yang telah menemukan yang positif maka mereka aman, justru yang tidak melakukan tes swab yang bisa menularkan," katanya.

Menurutnya penanggulangan covid tetap jalan dan, roda ekonomi tetap jalan. Semua pihak harus menjalankan protokol kesehatan.

"Saya minta kalau kita sayang diri kita dan orang lain maka patuhi lah protokol kesehatan, Silakan berwisata tapi tetap jaga protokol kesehatan," tuturnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir