JK: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Jusuf Kalla (kiri).
Jusuf Kalla (kiri). (Tim media JK)

KLIKPOSITIF - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengusulkan kepada para ahli yang berhasil menemukan obat yang dapat menghentikan pandemi Covid-19, diberikan penghargaan.

Sebab sosok tersebut adalah orang yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan berdampak internasional.

baca juga: Ajak Turis Tak Datang ke Bandung, Ini Alasan Ridwan Kamil

Hal tersebut diutarakan JK saat memberikan usulan kriteria kepada para dewan juri Zayed Award for Human Fraternity di Roma-Italia, Kamis 22/10/2020 pagi waktu setempat.

Seseorang yang menerima penghargaan haruslah menunjukkan kesuksesannya yang berdampak internasional.

baca juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Suap Edhy Prabowo ke Pihak Lain

"Jadi penerima penghargaan haruslah menunjukkan kesuksesannya dalam hal persaudaraan. Yang membawa berkah atau manfaat ke aspek kehidupan lainnya. Dan, prestasinya itu harus berdampak internasional," tegas JK.

Contohnya, kata JK, seorang ahli yang menemukan cara atau obat menghentikan Covid-19 yang menyelamatkan manusia, adalah orang yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan berdampak internasional.

baca juga: Sri Mulyani Beri Sinyal Segera Pungut Pajak Ini dari Perusahaan Digital

Dalam pertemuan yang menggunakan Bahasa Perancis, Arab, dan Inggris tersebut, usulan JK diterima dengan baik oleh para juri.

Para juri juga diingatkan agar tidak boleh berbicara mengenai dirinya dan misinya dalam proses penyeleksian. Untuk menjaga independensi tim juri.

baca juga: Pasca Diserbu Massa, Banser Turun Tangan Jaga Kediaman Mahfud MD

"Biarlah komite penghargaan yang bicara. Juri itu ibarat hakim, tak boleh memberi komentar," ujar JK.

Panel juri juga menyetujui bahwa dimensi hak asasi manusia juga harus menjadi dasar penilaian dan pengambilan keputusan tentang siapa pemenang penghargaan tersebut.

Zayed Award for Human Fraternity dicetuskan dari hasil kesepakatan antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb yang telah menandatangani dokumen bersejarah, Deklarasi Abu Dhabi, dalam Pertemuan Persaudaraan Manusia di Uni Emirat Arab, pada awal bulan Februari 2019.

Deklarasi yang disebut "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan" itu berupaya mendorong untuk hubungan yang lebih kuat antara umat manusia.

Selain itu juga mempromosikan kepada hidup berdampingan antara umat beragama untuk melawan ekstremisme dan dampak negatifnya.

Para Dewan Juri tersebut selain Jusuf Kalla , adalah Catherine Samba Panza - Former President Central of Arfican Republic (baju biru), Adama Dieng - Former United Nations Under Secretary General and Soecial Adviser of The Secretary General on The Prevention Genocide, Cardinal Dominique Mamberti - Supreme Tribunal of the Apolistic Signature.

Michaelle Jean - 27th Governor General, Commander in Chief of Canada, dipimipin oleh Mohamed Mahmoud Abdulsalam - Secretary General of the Higher Committe of Human Fraternity.

Editor: Eko Fajri