Kapolresta Padang Sebut Pelaku Skimming ATM di Padang Dikendalikan dari Malaysia

Press Release Penangkapan Pelaku Skimming ATM di Padang
Press Release Penangkapan Pelaku Skimming ATM di Padang (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, praktik skimming (Pembobolan data nasabah) yang dilakukan 5 orang warga Sumatera Utara dikendalikan dari Malaysia.

Ke 5 pelaku diketahui masing-masing bernama Manggiring Lala (35) alias Firman, Satria Wibowo (27), Roland Reza Lubis (35), Sakban Daulay (34) dan Jamal Alamsyah (24). Semuanya berasal dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

baca juga: Lagi, Kereta Api Sibinuang Hantam Mobil di Padang

"Setelah data nasabah mereka dapatkan. Data itu di simpan dalam kartu memori lalu dikirimkan ke bos mereka. Bos itu mereka panggil Mas yang diduga tinggal di Malaysia," katanya saat press release di Mapolresta Padang, Jumat (23/10/2020).

"Jadi mereka ini sindikat internasional, pelaku orang Indonesia ini hanya sebagai eksekutor," sambungnya. Sebelumnya pelaku juga pernah beraksi di Tanjung Morawa, Kota Medan.

baca juga: Terungkap, Ini 9 Lokasi Raja Muda Beraksi Sebelum Ditangkap Polisi di Padang

Imran menambahkan, mereka diamankan saat beraksi di ATM milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Komplek TK Rahmah Abadi Jalan Aru, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang pada 21 Oktober 2020 lalu.

"Setelah data dikirim ke Mas mereka diberikan imbalan masing-masing Rp2 juta. Untuk penghubung Mas disini adalah Sakban Daulay, dia juga pernah ke Malaysia," ujarnya.

baca juga: Asrama SMP IT Darul Hikmah di Pasbar Terbakar

Imran menyebutkan, pelaku dijerat pasal 46 ayat 1 Jo pasal 30 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp600 juta rupiah.

Editor: Muhammad Haikal