Ini Modus Operandi Pelaku Skimming ATM di Lubuk Begalung Padang

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir Saat Menunjukkan Chip dan Kamera Mini yang Dipasang Pelaku di mesin ATM
Kapolresta Padang AKBP Imran Amir Saat Menunjukkan Chip dan Kamera Mini yang Dipasang Pelaku di mesin ATM (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengungkapkan modus operandi yang dilakukan 5 pelaku skimming (Pembobolan data nasabah) di Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ). Di mesin ATM tersebut, pelaku memasang alat berupa chip dan kamera mini, kemudian para pelaku yang lainnya memantau situasi.

Diketahui, pelaku diketahui masing-masing bernama Manggiring Lala (35) alias Firman, Satria Wibowo (27), Roland Reza Lubis (35), Sakban Daulay (34) dan Jamal Alamsyah (24). Semuanya berasal dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

baca juga: Polresta Padang Ungkap Peran Tiga Tersangka Penggelapan Mobil

"Setelah alat tersebut terpasang, tersangka lainnya memantau situasi sekitar TKP. Sementara itu tersangka lainnya Manggiring Lala dan Jamal Alamsyah bergabung dengan pelaku lainnya dan duduk disekitaran ATM , sembari menghitung beberapa orang yang keluar masuk ATM tersebut," katanya saat press release di Mapolresta Padang, Jumat (23/10/2020).

Imran menambahkan, selanjutnya, setelah lebih kurang lebih tiga jam, pelaku Manggiring Lala dan Jamal Alamsyah mengambil alat yang sudah dipasang di mesin ATM tersebut. Hal itu, karena baterai chip dan kamera mini hanya bisa bertahan tiga jam. Selama tiga jam mereka mendapatkan data 81 nasabah data Bank BNI.

baca juga: Polresta Padang Tunggu Saksi Ahli Untuk Lengkapi Berkas Kasus Skimming

"Setelah itu, data-data yang nomor Pin yang banyak tersimpan didalam kartu memori mereka kirim ke bos mereka (MAS) yang diduga tinggal di Malaysia. Setelah itu mereka diberikan imbalan oleh MAS sebesar Rp2 juta rupiah," ujarnya.

Pelaku beraksi di ATM milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Komplek TK Rahmah Abadi Jalan Aru, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Dua orang diamankan di TKP dan tiga lainnya di Penginapan Syariah Reddors di Marapalam, Padang Timur pada Rabu (21/10/2020).

baca juga: Satlantas Polresta Padang Akan Gelar Operasi Zebra, Ini Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditindak

Imran menyebut, pelaku disangkakan dengan pasal 46 ayat (1) jo Pasal 30 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Infomasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama eman tahun dan atau denda paling banyak Rp 600 juta.

Editor: Muhammad Haikal