Satlantas Polresta Padang Akan Gelar Operasi Zebra, Ini Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditindak

Kasatlantas Polresta Padang AKP Sukur Hendri Saputra
Kasatlantas Polresta Padang AKP Sukur Hendri Saputra (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, AKP Sukur Hendri Saputra mengatakan, pihaknya kembali akan mengadakan Operasi Zebra Singgalang 2020.

"Operasi tersebut direncanakan dilakukan dari tanggal 26 Oktober 2020 hingga 8 November 2020 nanti. Kita lebih banyak melakukan tindakan preemtif dan preventif pada Operasi Zebra 2020, lebih banyak tentang sosialisasi dan dikmas lantas atau pendidikan masyarakat lalu lintas, daripada penegakan hukum," katanya di Mapolresta Padang, Jumat (23/10/2020).

baca juga: Polresta Padang Ungkap Peran Tiga Tersangka Penggelapan Mobil

Sukur menambahkan, meskipun mengemukakan tindakan preemtif dan preventif, pihaknya tetap akan melakukan penindakan bagi pengendara yang membahayakan dirinya dan orang lain.

Sukur melanjutkan, terdapat tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Zebra 2020, seperti melawan arus lalu lintas, pelanggaran stop line, dan tidak menggunakan helm.

baca juga: Polresta Padang Tunggu Saksi Ahli Untuk Lengkapi Berkas Kasus Skimming

Menurut Sukur, para pelanggar, akan ditindak Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar lalu lintas bisa terancam pidana kurungan atau denda yang tak sedikit.

Contohnya, jika ada pemotor yang melanggar dengan tidak menggunakan helm SNI, menurut UU No. 22 Tahun 2009 akan terancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

baca juga: Ini Modus Operandi Pelaku Skimming ATM di Lubuk Begalung Padang

Begitu juga pemotor yang membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm SNI, siap-siap dikenakan ancaman hukuman yang sama. Pemotor yang melanggar rambu-rambu dan marka jalan, termasuk melanggar garis berhenti (stop line), bakal terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Sementara pelanggar lalu lintas yang melawan arus akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar lalu lintas yang melawan arus dikenakan Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

baca juga: Kapolresta Padang Sebut Pelaku Skimming ATM di Padang Dikendalikan dari Malaysia

Editor: Muhammad Haikal