Panwascam Solsel Harapkan Hal Ini dari Masyarakat dalam Pilkada

Panwascam Sangir Solsel Saat kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Padang Aro, Sabtu, 24/10
Panwascam Sangir Solsel Saat kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Padang Aro, Sabtu, 24/10 (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF -Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Sangir laksanakan Sosialisasi dan Pelatihan dalam rangka pengawasan partisipatif pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serat Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan Tahun 2020.

Ketua Panwascam Sangir Defri Nofiardi mengatakan dalam rangka mengawasi setiap tahapan pemilihan pihaknya memiliki keterbatasan personil.

baca juga: Anggota Moge Keroyok TNI, PN Bukittinggi Vonis BS 3 Bulan Penjara

" Bawaslu Kabupaten 13 orang, Panwascam 10 Orang Pengawas Kelurahan Desa(PKD) atau Nagari satu orang dengan personil terbatas itu, disaat bersamaan kita harus mencegah agar masyarakat tidak terjerat hukum," katanya

Untuk itu, pihaknya berharap peserta sosialisasi dan pelatihan dari perwakilan Ninik Mamak, Penyuluh Agama, Osis SMA, MA, SMK, Ketua Pemuda, Pengurus BKMT, Remaja Masjid se Kecamatan Sangir bisa ikut serta dalam mengawasi Pilkada .

baca juga: KPU Masuk Ruang Isolasi Corona, Epidemiolog: Hidup Lebih Penting dari Hak Pilih

"Agar Pemilihan ini berkualitas diharapkan setiap elemen masyarakat berperan aktif dalam pengawasan Pilkada ," katanya.

Para peserta imbuhnya, bisa menjadi perpanjangan tangan dilapangan sebagai ujung tombak guna mencegah terjadinya pelanggaran pemilihan agar ketidaktahuan masyarakat jangan sampai membuat mereka terjerat hukum pemilu.

baca juga: Saat Peringatan Hari AIDS Sedunia Empat Warga Solok Dinyatan Positif

Admi Munandar Koordinator sekretariat Bawaslu Solsel menambahkan Pengawasan partisipatif ialah melibatkan masyarakat untuk menjadi aktif memantau dan mengawasi setiap tahapan pemilu.

Diharapkan katanya, masyarakat mengetahui apa yang boleh apa yang tidak boleh, apa yang dilarang apa yang tidak, sehingga menjadikan Pemilu berkwalitas.

baca juga: Polda Sumbar Musnahkan Ratusan Kilogram Ganja

"Setiap elemen masyarakat bisa mencegah terjadinya tindak pidana pemilu, jika tidak bisa mencegah agar melaporkan ke Bawaslu , Panwascam,PKD," katanya.

Ketua Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumbar Samaratul Fuad Dalam materinya mengatakan untuk menjadikan Pemilu berkwalitas diharapkan Bawaslu , Panwascam,PKD bisa membuka diri setiap waktu dalam arti ada kapan saja saat masyarakat membuat laporan.

"Kepada masyarakat yang melaporkan terjadinya pelanggaran pemilihan, Jika tidak ditangani agar melaporkan ke adhoc, kalau panwascam laporkan ke Bawaslu , agar diproses sesuai aturan yang berlaku," katanya

Penulis: Kamisrial | Editor: Eko Fajri