Presiden Sebut Pandemi Bukan Hambatan untuk Lakukan Reformasi Struktural.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (net)

KLIKPOSITIF - Presiden Joko Widodo menegaskan, walaupun saat ini sedang ada pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, namun tidak menghambat upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.

"Tatkala banyak negara maju mengalami kemunduran, justru saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan," ujarnya.

baca juga: Perpanjangan PPKM Harus Dibarengi Penyempurnaan Kebijakan Oleh Pemerintah

Menurut dia, hal tersebut merupakan semangat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja. Reformasi Struktural ini dimaksudkan agar usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah berkembang pesat, serta industri padat tenaga kerja tumbuh pesat.

"Kita mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM, kita permudah pendirian PT dengan modal minimal dan tidak ada pembatasan, juga koperasi bisa didirikan hanya dengan 9 orang, sertifikasi halal bagi UMKM kita gratiskan dibiayai oleh APBN," ujarnya.

baca juga: Wabup Risnawanto Sebut Pembangunan di Pasbar Tak Lepas dari Dukungan Tokoh Adat

"Sekali lagi, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah luas," klaimnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Golkar yang mendukung transformasi fundamental yang sedang dilakukan saat ini.

baca juga: Gubernur Sumbar: Sinergi Tokoh Adat dan Pemerintah Kunci Penguatan Ekonomi dan Adat

Jokowi meyakini bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang, merupakan tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia.

"Saya sangat optimis kita akan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pandemi memang menyulitkan kita tetapi juga membuka peluang kita. Dengan catatan, kita bisa lebih cepat dibandingkan negara lain dan kita lebih efisien dibandingkan bangsa lain," ujarnya.

baca juga: Semester Pertama 2021, PLN Raih Laba Rp6,6 Triliun

Editor: Ramadhani