Detik-detik Sebelum Korban Jatuh di Kelok 9, Saksi Ungkap Hal Ini

Korban RR saat dievakuasi oleh Anggota Pos SAR Lima Puluh Kota di dasar Jembatan Layang Kelok Sembilan.
Korban RR saat dievakuasi oleh Anggota Pos SAR Lima Puluh Kota di dasar Jembatan Layang Kelok Sembilan. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Misteri pria yang jatuh di Jembatan Layang Kelok Sembilan, Minggu 25 Oktober 2020 terungkap. Hal ini diketahui usai dilakukan evakuasi oleh Pos SAR Lima Puluh Kota pada malam harinya.

Kasat Reskrim Polres Lima Puluh Kota AKP Nofrizal Can mengatakan menurut keterangan saksi, kejadian berawal sekira pukul 12.30 WIB. Korban yang diketahui berinisial RR (25 tahun) terlihat mendatangi salah satu warung yang berada di Kawasan Jembatan Layang Kelok Sembilan dan membeli sebatang rokok serta sempat menjelaskan dirinya adalah seorang mahasiswa.

baca juga: Satu-Satunya Kepala Daerah, Irfendi Arbi Jadi Tokoh Inspiratif Keterbukaan Informasi Publik

"Saksi bernama Dila mengatakan bahwa berselang 30 menit kemudian, korban terlihat berjalan menuju Kawasan Jembatan Layang Kelok Sembilan. Ia melihat RR berjalan di depan sebuah warung sambil memukul kepalanya secara berulang-ulang kali dan sekira pukul 15.00 WIB, saksi Dila ini melihat RR pun duduk di sebuah pembatas jalan yang berada di Jembatan Layang Kelok Sembilan sambil merokok," ujar Kasat Reskrim.

Lebih lanjut, saksi Dila ini tidak melihat RR berada di lokasi terakhir dirinya melihat RR yang tengah merokok. Kemudian berselang beberapa menit, saksi pun melihat ke bawah dan melihat RR sudah tergeletak di bawah Jembatan Layang Kelok Sembilan serta segera menginformasikan kepada Polres Lima Puluh Kota .

baca juga: Bawaslu Lima Puluh Kota Sebut Paslon Punya Kecenderungan Melibatkan ASN dan Wali Nagari

Kemudian, anggota piket Polres 50 Kota bersama dengan instansi pemerintah daerah terkait melakukan pencarian terhadap korban. Kemudian setelah dilakukan evakuasi, Kaur Identifikasi Sat Reskrim Aiptu Sukono pun langsung melakukan identifikasi terhadap korban dan akhirnya jasad yang sebelumnya tidak diketahui pun dikonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah RR yang merupakan warga dari Kabupaten Padang Pariaman.

Selanjutnya, Polres Lima Puluh Kota menghubungi serta mengkonfirmasi kejadian tersebut dengan keluarga melalui kakak ipar dari korban yaitu Riki. Kemudian menurut pengakuan Riki, korban sebelumnya mengalami depresi dikarenakan mengalami pecah kongsi dagang dan mengalami kerugian.

baca juga: Pertashop Kini Hadir di Nagari Koto Tuo Kabupaten Lima Puluh Kota

"Menurut pengakuan kakak ipar korban, dua hari sebelum terjadinya peristiwa bunuh diri tersebut, korban telah hilang kontak. Terakhir menurutnya, korban berkata ingin pergi menuju Kabupaten Padang Pariaman dari Kabupaten Siak menggunakan Travel," kata AKP Nofrizal Can.

Setelah dilakukan evakuasi terhadap korban, adik kandung korban sudah datang langsung ke kamar jenazah RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk memastikan bahwa korban adalah kakak kandungnya. Beberapa barang korban yang diamankan yaitu uang tunai dan tas samping sebagai tempat uang korban.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Lareh Sago Halaban

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi