Berkat Permendikbud, UMMY Solok Berpeluang Jadi Perguruan Tinggi Negeri

Pengurus yayasan, Rektor UMMY Solok serta Ketua DPP PKKS saat menyampaikan langkah perubahan status UMMY Solok dari PTS menjadi PTN
Pengurus yayasan, Rektor UMMY Solok serta Ketua DPP PKKS saat menyampaikan langkah perubahan status UMMY Solok dari PTS menjadi PTN (Klikpositif)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Harapan untuk perubahan status Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) semakin terbuka lebar.

Hal tersebut seiring dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 7 tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.

baca juga: 24 Warga Solok Positif Covid-19, 11 Diantaranya Anggota KPPS

Ketua Badan Pengurus Yayasan Profesor Mahaputra Muhammad Yamin Sarjana Hukum, Suryadi Asmi mengatakan, lahirnya Permendikbud tersebut membuka ruang besar untuk UMMY Solok beralih menjadi PTN.

"Ada sejumlah persyaratan yang harus kita lengkapi sesegera mungkin, dan itu butuh energi besar dan dukungan dari berbagai pihak," ungkap Suryadi Asmi saat memberikan keterangan pers, Senin (26/10/2020) di Kampus UMMY Solok .

baca juga: Saat Peringatan Hari AIDS Sedunia Empat Warga Solok Dinyatakan Positif

Dikatakannya, pihak Civitas Akademika dan juga yayasan serta tenaga kependidikan juga sudah satu suara mendorong upaya-upaya dalam mewujudkan kampus negeri di wilayah Sumatra Barat bagian selatan.

Peluang dari regulasi untuk menjadikan UMMY Solok sebagai kampus negeri juga mendapat dorongan dari perantau, khususnya perantau Kabupaten Solok , pemerintah daerah di tujuh wilayah serta berbagai pihak lainnya.

baca juga: Harimau Masuk Kampung, Masyarakat Danau Kembar Diminta Waspada

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi yakni harus ada tanah seluas 30 hektare untuk dihibahkan pada pemerintah pusat untuk dibangunkan kampus UMMY Solok yang baru.

Menurutnya, dua kepala daerah sudah menyatakan kesanggupannya untuk memberikan tanah untuk pembangunan kampus UMMY, Pemkab Solok dan Pemerintah Kota Sawahlunto.

baca juga: Besok, Madra Indriawan Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Solok

"Dari pihak yayasan tidak mungkin menyediakan tanah seluas itu, dan Alhamdulillah ada dorongan dari Bupati Solok dan Wali Kota Sawahlunto, kita harap segera terwujud," terangnya yang turut didampingi sekretaris yayasan, Hendri Irawan Dt. Tambijo.

Pihaknya berharap, tanah untuk pembangunan UMMY Solok bisa direalisasikan dalam waktu dekat, ditambah dengan pemenuhan persyaratan lainnya sehingga bisa segera diusulkan.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS), Dr. Lukman Rokka mengatakan, me-negeri-kan UMMY Solok merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Sumbar bagian selatan.

"Wacana ini sudah lama, namun kemarin ini kembali muncul dari kalangan perantau. Ditambah lagi, peluang semakin terbuka dengan disahkannya Permendikbud nomor 7 tahun 2020," tutur dosen UIN Jakarta tersebut.

Rencana yang sudah ditindak lanjuti dengan dua kali webinar dan dialog interaktif dengan tokoh perantau, kepala daerah dan juga mantan Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Fasli Jalal, semangat untuk menegrikan UMMY Solok mendapat respon yang sangat luar biasa.

Dari sekian rentetan persyaratan yang harus dipenuhi, menurutnya bisa diwujudkan semuanya. Baik sarana prasarana, akademik kampus dan areal tanah untuk pembangunan kampus.

"Kita upayakan sampai akhir tahun ini, sudah bisa terpenuhi seluruh persyaratan dan diajukan ke Kemendikbud. Ini bergantung dari dukungan kita bersama, Pemerintah daerah di tujuh wilayah dan pihak terkait lainnya," tuturnya.

Disisi lain, Rektor UMMY Solok , Prof. Syahro Ali Akbar mengatakan, dengan peralihan status UMMY Solok dari swasta menjadi negri akan merubah image kampus di mata masyarakat.

"Sebetulnya, kampus UMMY Solok ini prestasinya sudah sangat luar biasa, kita peringkat 328 dari 2000 lebib PTS terbaik di Indonesia," terang Prof. Syahro.

Namun dalam pengembangannya, yayasan dan Civitas UMMY Solok sangat kewalahan dalam memajukan kampus karena keterbatasan pembiayaan yang diandalkan dari biaya kuliah mahasiswa.

Kendati demikian, UMMY Solok termasuk kampus swasta dengan biaya kuliah yang sangat murah di Sumatra Barat. Peluang menjadikan kampus UMMY sebagai negri akan memperkuat pengembangan pendidikan kedepannya.

Sekretaris yayasan, Hendri Irawan Dt. Tambijo menilai, dengan penegrian UMMY Solok akan membawa multiplier efek bagi daerah. Ekonomi masyarakat akan hidup dengan sendirinya.

"Kita bisa berkaca ke Jogyakarta, Kota Padang dan lainnya, hadirnya kampus negri akan sendirinya menggerakkan ekonomi masyarakat, usaha masyarakat bisa berjalan dengan baik," terang mantan anggota DPRD Sumbar itu.

Beralihnya status UMMY Solok juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ada di kawasan Kota Solok , Kabupaten Solok , Solok Selatan, Tanah Datar, Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya.

"Akses untuk bisa berkuliah di kampus negri akan lebih terjangkau, artinya, biaya pendidikan yang dikeluarkan juga lebih murah," terangnya.

Bahkan, besar kemungkinan, setelah beralih menjadi negri, UMMY Solok akan membuka kelas jauh di daerah yang ada di kawasan tersebut, sesuai dengan potensi daerah.

Misalnya, Kabupaten Solok bisa dijadikan kampus Pascasarjana, kampus teknik dan pertambangan di Sawahlunto, atau perkebunan di Sijunjung dan Dharmasraya serta lainnya.

"Ini adalah harapan kita bersama, dan Alhamdulillah, kita semakin bersemangat dengan dukungan besar dari internal dan pimpinan daerah lainnya, ini murni untuk bakti kita bagi pendidikan di kawasan Sumbar bagian selatan," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi