Hari Ini 20 Warga Kabupaten Solok Positif COVID-19, Satu Orang Meninggal

Juru bicara tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam
Juru bicara tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Lonjakan kasus penyebaran Corona di wilayah Kabupaten Solok - Sumbar masih belum terbendung. Sepanjang Senin (26/10/2020) tercatat 20 tambahan kasus konfirmasi positif baru.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Solok , 13 orang diantaranya merupakan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, sementara 7 orang merupakan kasus suspek dengan gejala yang beragam.

baca juga: Anies Baswedan Positif Corona

"Satu orang warga Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti yang tercatat sebagai kasus suspek dinyatakan meninggal dunia," ungkap juru bicara tim penanganan Covid-19 Kabupaten Solok , Syofiar Syam.

Sementara itu, 19 orang tambahan kasus baru Covid-19 sudah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tim Surverylans juga tengah melakukan tracking dan tracing terhadap kontak erat dengan seluruh pasien.

baca juga: Siang Ini, KPU Solok Gelar Debat Publik

Dengan tambahan 20 kasus baru, tercatat sampai hari ini sudah 253 orang yang terpapar Covid-19 di wilayah kabupaten Solok sejak merebak pada Maret 2020 lalu.

Di sisi lain, jumlah pasien sembuh juga terjadi penambahan pada hari ini, sebanyak 10 orang. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali melakukan tes swab dan hasilnya dinyatakan negatif.

baca juga: Hingga November 2020, Warga Solok yang Terpapar Covid-19 Berjumlah 429 Orang

"Total pasien sembuh sudah 159 orang, dirawat di rumah sakit sebanyak 10 orang, dan pasien meninggal sebanyak 7 orang," terangnya.

Pemeriksaan Spesimen yang dilakukan sudah sebanyak 4.517 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan Pool Test Kabupaten Solok .

baca juga: Pilkada Solok Memanas, Epyardi Asda Dilaporkan ke Bawaslu

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Solok meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebagaimana diketahui, ulasnya, virus Corona menyebar lewat percikan yang keluar saat batuk, bersin dan bicara. Karena itu selalu jaga jarak, pakai masker & cuci tangan pakai sabun.

"Bukan masalah jauh dekat dari rumah. Kalau bertemu orang, selalu ada risiko penularan virus. Selalu pakai masker dan jaga jarak saat di luar rumah," tegasnya.

Virus Corona, ulasnya, sudah memukul ekonomi bangsa, untuk itu perlu kepedulian sesama untuk saling mengingatkan dan peduli untuk melawan penyebaran Covid-19.

"Jangan beri peluang corona masuk rumah. Ingatkan anggota keluarga yang keluar rumah agar selalu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi