Kisah Sekeluarga di Agam Tinggal di Rumah Hampir Roboh

Rumah yang Dihuni Vera Bersama Keluarganya
Rumah yang Dihuni Vera Bersama Keluarganya (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF --Sekeluarga di Agam hidup dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah yang hampir ambruk.

Keluarga malang ini tinggal di Jorong Sungai Jariang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Agam -Sumbar.

baca juga: Komit Wujudkan KLA, Pemkab Agam Kembangkan Kawasan Ibu Kota Ramah Anak dan Lingkungan

"Sudah 15 tahun kami tinggal di rumah ini. Beginilah kondisinya. Jika hujan, tidak hanya kebanjiran, kita bahkan bisa mandi di tengah rumah," kata Vera (39) pemilik rumah tersebut, Selasa 27 Oktober 2020.

Bagian Pintu Masuk Rumah Vera
Bagian Pintu Masuk Rumah Vera

Rumah yang dihuni Vera bersama suami dan 5 anaknya, betul-betul dalam kondisi hancur karena lapuk dimakan usia. Rumah panggung ini merupakan warisan dari keluarganya.

baca juga: Tim dari KPK Kunjungi Agam, Ini yang Dilakukan

Lantainya jebol di sana-sini, sementara atapnya banyak bolong. Awalnya, rumah ini memiliki 6 ruangan. Namun, seiring berjalannya waktu, rumah ini hanya menyisakan satu ruangan yang dipergunakan untuk tidur sekaligus dapur.

Bagian Dalam dari Rumah
Bagian Dalam dari Rumah

"Pernah saat saya mengandung, lantai jebol dan saya jatuh ke kandang. Begitupun anak saya, pernah pula jatuh. Saya pasrah dengan keadaan," katanya.

baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Agam Capai 89,04 Persen

Suami Vera, yakni Oktaviadi (42), berprofesi sebagai pedagang kelapa antar kampung dengan penghasilan tak tentu. Sementara 5 anaknya, yang sulung sekolah di SMP, 2 SD, 1 TK dan si bungsu yang berumur 3 tahun.

"Kita tak punya kamar mandi atau WC, kalau ingin mandi pergi ke masjid, jaraknya 100 meteran dari rumah ini. Bahkan listrik pun tak punya. Kita ini seperti hidup segan mati tak mau," sambungnya.

baca juga: Komit Layani Masyarakat, Pemkab Agam Bangun Berbagai Sarana Publik

Pantauan KLIKPOSITIF , rumah ini sangat tidak layak huni. Untuk masuk ke rumah, kita harus sedikit memanjat melalui pintu. Konstruksi rumah juga tampak tidak aman karena banyak tonggak atau lantai yang lapuk.

Sementara, Sekretaris Nagari Koto Panjang Zumir Ratil Hasni membenarkan kalau Vera dan keluarganya tinggal di rumah dengan kondisi tersebut. Pihak Nagari mengatakan, Vera sudah mendapat bantuan seperti Program Keluarga Harapan ( PKH ).

"Untuk rumahnya, kedepan kita bersama akan melakukan gotong royong. Lebih lanjutnya kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Baznas," katanya.

Editor: Hatta Rizal