KUA-PPAS APBD Solsel 2021 Disepakati, Ketua DPRD Soroti Hal Ini

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, Wakil Ketua Ali Sabri Abas, Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal Pj Sekda Fidel Effendi dan Sekwan Mardiana usai penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD tahun 2021
Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, Wakil Ketua Ali Sabri Abas, Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal Pj Sekda Fidel Effendi dan Sekwan Mardiana usai penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD tahun 2021 (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - DPRD Solok Selatan ( Solsel ) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sepakat melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran -Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021.

Ketua DPRD Zigo Rolanda, meyakini dengan penandatanganan tersebut saat pembahasan penjabaran APBD tidak begitu terkendala sejauh pemerintah memperhatikan catatan-catatan dari badan anggaran.

baca juga: Menolak Gelar Datuknya Saat Masih Sekolah, Jasman Rizal Kini Resmi Sandang Gelar Adat Ketika Jabat PJS Bupati Solsel

Selain itu imbuhnya saat ini juga sudah dimudahkan dengan adanya Sistem Informasi pembangunan Daerah (SIPD) untuk pemutakhiran data.

"Salah satu catatan banggar yang didasari data BPS, yang mempengaruhi dampak perekonomian adalah sektor pertanian, sementara alokasi anggaran untuk sektor tersebut kurang, alokasi lebih banyak ke infrastruktur," kata Zigo

baca juga: Jasman Rizal Terima Gelar Adat "Datuak Bandaro Bendang"

Seharusnya, imbuhnya, anggaran untuk sektor pertanian lebih banyak karena 55 persen masyarakat Solok Selatan adalah petani, dan berdasarkan data BPS Sektor Pertanian lebih besar pengaruhnya dibandingkan infrastruktur.

"Ini harus menjadi catatan serius, seperti kita ketahui dampak pandemi Covid-19 adalah perekonomian, jadi pemulihan ekonomi ini harus betul-betul diperhatikan," katanya.

baca juga: Bawaslu Solsel Harapkan Pengawasan Partisipatif Meningkat Menjelang Hari Pemungutan Suara

Senada Wakil Ketua DPRD Solsel Ali Sabri Abbas mengatakan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS itu karena telah sesuai empat kebijakan prioritas yang disampaikan oleh pemerintah, yakni Kesehatan, Pendidikan, Perbaikan Ekonomi dan IT.

"Untuk Menjadi yang pertama Ketok palu APBD tentu tergantung kesiapan TAPD untuk memploting Ke sistem SIPD dengan tetap memperhatikan catatan banggar, terutama pemulihan ekonomi masyarakat," katanya.

baca juga: Gubernur Sumbar: Nagari Tageh Pauah Duo Percontohan Aman Covid- 19 di Indonesia

Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal, mengatakan bahwa salah satu kunci diselesaikannya KUA PPAS 2021 tersebut adalah terjalinnya komunikasi yang baik antara eksekutif dengan mitra di legislatif.

Paripurna KUA PPAS kali ini katanya, termasuk cepat di tetapkan. Dia berharap proses selanjutnya berjalan lancar sehingga APBD Kabupaten Solok Selatan tahun 2021 bisa ditetapkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Ini termasuk cepat ditetapkannya, dan kita berdoa semoga paripurna kita nanti juga tercepat, direncanakan 9 November. Mudah mudahan semua lancar-lancar saja, kita sehat-sehat saja," tambahnya.

Berkaitan dengan catatan-catatan yang disampaikan juru bicara banggar dalam paripurna tersebut, ia menyambut baik dan menerima masukan dari DPRD.

"Tentang catatan dari anggota dewan, tentu kita jalankan karena mereka mitra kita," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi