Pemerintah Tak Naikkan UMP 2021, Ini Respon Serikat Buruh

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah memutuskan tidak menaikan upah minimum ( UMP ) untuk tahun 2021. Merespon hal ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan menolak keputusan pemerintah itu.

Andi Gani mengaku kecewa, karena saat kondisi sulit akibat pandemi covid-19, keputusan ini akan membuat daya beli masyarakat semakin menurun. "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang lagi turun, tentu sangat berat," kata Andi Gani kepada wartawan dilansir dari Suara.com

Andi Gani meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan. Dirinya mengakui pengusaha memang banyak yang lagi dalam kondisi susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP 2021.

baca juga: Sudah Ditetapkan Pemerintah, 28 hingga 30 Desember Tidak Libur

Sementara, bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikkan UMP setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Sebelumya, Pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan untuk tak menaikkan Upah Minimum pada tahun depan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi COVID-19. Dalam SE itu terdapat tiga permintaaan Menaker kepada para gubernur. Tiga permintaan itu di antaranya:

baca juga: DPR Harap KONI Konsisten Bantu Pembinaan Atlet Nasional

Editor: Ramadhani