Pendapat Quraish Shihab Tentang Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad

Quraish Shihab dan Nana Shihab
Quraish Shihab dan Nana Shihab (Youtube/ Najwa Shihab)

KLIKPOSITIF - Ulama terpandang Indonesia, Quraish Shihab menyebutkan warga boleh merayakan Maulid Nabi Muhammad. Namun dengan cara kebaikan.

Hanya saja Quraish Shihab mengatakan masih ada pro kontra perayaan Maulid Nabi Muhammad. Sebab memeringati Maulid Nabi sendiri bukan ibadah murni, namun tetap mendapat pahala lantaran telah mensyiarkan Nabi Muhammad kepada banyak orang.

baca juga: DPR Harap KONI Konsisten Bantu Pembinaan Atlet Nasional

Quraish Shihab berpendapat, sebelum mencintai sesuatu, seseorang harus terlebih dulu mengenal dan memahaminya. Dengan merayakan Maulid, orang lain menjadi kenal dengan Nabi Muhammad.

"Jangankan membicarakan tentang kehebatan Nabi, atau tentang ajaran Nabi. Maaf-maaf, hubungan mesra antara suami istri itu dapat pahala. Apalagi ini ( Maulid Nabi )," ujar Quraish Shihab.

baca juga: Kemenperin: Lebih Rp32,5 Triliun Investasi Baru Akan Masuk pada Sektor Agro

Lebih jauh, tokoh intelektual Islam sekaligus pendiri Pusat Studi Al Quran itu memastikan, Nabi Muhammad sendiri acap 'merayakan' hari kelahirannya.

Yakni dengan melakukan ibadah puasa. Maka, secara tak langsung Quraish berpendapat, merayakan hari kelahiran sebenarnya tak masalah, asalkan melalui cara-cara baik.

baca juga: Ratusan warga Mengungsi Saat Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

"Dalam Shahih Muslim ditanya Nabi 'kenapa Nabi berpuasa pada hari Senin?' Beliau menjawab 'itulah di mana hari aku lahir," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Quraish Shihab mengatakan, perayaan Maulid Nabi sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru dibuat meriah pada zaman Dinasti Abbasiyah. Khususnya, di masa kekhalifahan Al-Hakim Billah.

baca juga: Kesadaran Gaya Hidup Sehat Meningkat, Ini Dukungan Pemerintah Untuk Industri Jamu dan Sejenisnya

"Dia (Al-Hakim Billah) merayakan Maulid Nabi dengan keluar bersama permaisurinya dengan mengenaikan pakaian yang indah," kata dia.

Di Indonesia sendiri, Maulid Nabi biasanya diperingati dengan berbagai bentuk perayaan.

Menariknya, setiap daerah atau budaya, punya cara tersendiri untuk mengenang kelahiran sosok paling berpengaruh dalam ajaran Islam tersebut.

Sumber: www.hops.id/ Suara.com

Editor: Eko Fajri