Hiu Tutul Mati Tersangkut Jaring, Ketua Nelayan: Perlu Lakukan Sosialisasi

Detik-detik penguburan Hiu Tutul yang tersangkut jaring nelayan di Pantai Lansano Taratak-Sutera
Detik-detik penguburan Hiu Tutul yang tersangkut jaring nelayan di Pantai Lansano Taratak-Sutera (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Tak tertolong, seekor Hiu Tutul atau Hiu Paus yang terdampar akibat tersangkut jaring nelayan di Pantai Lansano, Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat akhirnya mati.

Penemuan satwa laut yang bernama latin Rhincodon Typus terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Senin 26 Oktober 2020. Terdampar akibat tersangkut nelayan dan ditemukan dalam keadaan hidup.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Sempat dihalau para nelayan, ke tengah laut. Namun, tak kuat menahan arus gelombang, akhirnya tak tertolong dan mati saat telah berada di TPI muaro Surantih, Kecamatan Sutera sore harinya.

Ketua Kelompok Nelayan di Sutera, Ramadhan mengungkapkan, penguburan dilakukan di lokasi TPI muara Surantih dengan menggunakan alat ekskavator pada Selasa 27 Oktober, siang kemarin.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

"Sesuai dengan petunjuk BPSPL, jadinya dikuburkan. Dikuburkan Selasa kemarin menggunakan alat berat," ungkapnya pada KLIKPOSITIF , Rabu, 28 Oktober 2020.

Ia menyebutkan, penemuan ikan raksasa itu merupakan yang ke sekian kalinya di perairan Sutera. Namun, Hiu Tutul kali ini terbilang lebih besar dari yang pernah ditemukan. Ukuran diperkirakan mencapai 8-9 meter dengan berat sekitar 3 ton.

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

Diduga saat itu, ia tersangkut jaringan nelaya n karena sedang mengikuti ikan-ikan kecil yang ditangkap. Tidak diketahui ikan raksasa tersebut, sampai ke tepi pantai tertarik jaring nelayan.

"Ya, mungkin saja mencari makan. Karena diketahui ia suka mengikuti ikan-ikan kecil," terangnya.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

Karena Ikan Dilindungi, Perlu Sosialisasi

Diketahui keberadaan Hiu Tutul atau Hiu Paus termasuk, ikan langka yang dilindungi habitatnya. Berdasarkan Undang-undang 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 2004 tentang Perikanan berbunyi,

Pelanggaran terhadap pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi oleh negara, dapat dipidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp250 juta.

Menurut Ramadhan, penemuan ikan Hiu Tutul sudah kerap terjadi di perairan daerah itu. Namun, karena tidak adanya pemahaman tentang perlindungan ikan tersebut, akhirnya terus berujung pada kematian.

Seperti, pada 6 Agustus 2019, ikan sejenis terdampar dan mati di Pantai Taluak Batuang di Kecamatan Batang Kapas. Meski setempat ditolong nelayan untuk menggiringnya ke perairan yang lebih dalam namun gagal. Ikan hiu itu akhirnya mati

Begitu juga seterusnya, pada 9 Agustus 2019 hiu tutul terdampar di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas. Lalu, pada 19 Oktober 2019 ditemukan terdampar di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas juga.

"Ini sudah yang kesekian kalinya. Namun, penemuannya terus berakhir pada kematian. Di perairan Sutera, juga pernah ditemukan di pantai Taratak dan Gunung Rajo. Tapi, ini yang lebih besar," terangnya.

Karena hal itu, Ramadhan berharap pemerintah melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bibir pantai. Sebab, tanpa ada pengetahuan itu akan sulit tercapai.

"Karena ikan yang ini adalah ikan yang dilindungi. Kalau kebetulan ada, tolong diselamatkan ke tengah. Bagaimana orang balai (BPSPL) mensosialisasikan," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi