Pemerintah Tarik Anggaran Dekonsentrasi Tagana di Seluruh Daerah, Karena Hal Ini

M. Safii Nasution usai meresmikan pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Nagari Kambang Barat di Pessel-Sumbar
M. Safii Nasution usai meresmikan pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Nagari Kambang Barat di Pessel-Sumbar (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL, KLIKPOSITIF- Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, M. Safii Nasution mengungkapkan, pemerintah pusat menarik seluruh anggaran dekonsentrasi taruna siaga bencana (Tagana) seluruh daerah, untuk disalurkan kembali secara langsung.

M. Safii Nasution mengatakan, penarikan anggaran dekonsentrasi itu dilakukan untuk seluruh daerah yang mencapai 34 provinsi, dan saat ini telah kembali disalurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dengan pola baru yang disebutnya tali asih.

"Tahun 2020 ditarik ke pusat dengan maksud, agar BNBA (by name by address) tagana di seluruh Indonesia bisa kita tertibkan. Artinya menjadi sebuah database," ungkapnya usai meresmikan pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumbar, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, setelah pemerintah menarik anggaran dekonsentrasi itu, kini pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan diangka mencapai Rp.77 miliar. Rp.77 miliar itu disalurkan untuk 39 ribu jiwa di 818 kampung siaga bencana (KSB) di seluruh Indonesia.

"(Perbulan) besar per orang Rp. 250 ribu. Kami harapan pemerintah daerah melalui Kemendagri. Itu juga bisa mengalokasi dana

untuk tali asih tagana. Jadi nanti antara pemberian pusat dan pemberian daerah bisa bersinergi," terangnya.

Lanjutnya dari program tali asih ini, pemerintah pusat juga akan membekali para tagana dengan anjungan tunai mandiri (ATM) melalui Bank Mandiri. Hal itu, dalam rangka mempercepat kes-transfer pada tagana yang nanti juga akan terkoneksi langsung sebagai tanda kartu anggota bagi mereka.

"Dan ini dalam rangka mensupport kinerja tagana sebagai relawan. Jadi mereka tidak usah lagi menunggu dari dinas, dibagikan dan sebagainya. Ini dalam rangka kes-transfer dalam rangka elektronik. Supaya mereka, bisa lebih giat bekerja," pungkasnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri