Begini Keharuan Saat Korban Kerusahan Wamena Bertemu Nasrul Abit

Nasrul Abit saat di pengungsian Wamena
Nasrul Abit saat di pengungsian Wamena (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Eks korban kerusuhan Wamena , Jayawijaya Papua tak sengaja bertemu Nasrul Abit di Kecamatan Bayang Utara Kebupaten Pesisir Selatan, Rabu, 28 Oktober 2020.

Pertemuan mereka saat Nasrul Abit safari politik di kecamatan yang warganya banyak menjadi korban kerusuhan itu.

baca juga: 3 Kali Gagal Panen, Warga Ikur Koto Yakin Fakhrizal Dapat Beri Solusi Jika Jadi Gubernur

Korban kerusuhan Wamena yang juga mantan kepala suku di Wamena Haji Syafri bersyukur bisa kembali bertemu Nasrul Abit setelah setahun pasca kerusakan.

Pada kesempatan itu dia juga menyatakan dukungan terhadap pasangan calon gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit - Indra Catri (NA-IC).

baca juga: Cawagub Sumbar Audy Joinaldy Hadiri Khitanan Massal di Pauh V

"Ini kesempatan kami membalas jasa beliau. Beliau pahlawan bagi kami, hanya beliau yang berani menjemput kami ke Wamena ," ujarnya.

Dia mengatakan, kalau Nasrul Abit tidak turun tangan saat kerusuhan , perantau Minang di Wamena akan terkatung-katung. Hal itu dirasakannya saat kerusuhan 2020, saat itu korban kerusuhan terkatung-katung di pengungsian.

baca juga: Kawal Kemenangan NA-IC, Andre Koordinasi dengan DPC Gerindra Payakumbuh dan Limapuluh Kota

"Jauh beda saat beliau jadi wakil gubernur, kami merasakan. Alhamdulillah kami bisa pulang ke kampung halaman," ungkapnya.

Sebagai sesepuh Minang di Wamena , Haji Syafri mengaku punya tanggung jawab moral untuk memenangkan Nasrul Abit dalam Pilgub Sumbar 2020.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

"Saatnya bersatu membalas bantuan kemanusiaan beliau kapada kami," sebutnya.

Dengan rendah hati Nasrul Abit kembali mengulang kisahnya saat menyisir perantau Minang di Wamena . Hingga bisa membawa pulang 800 orang korban kerusuhan .

"Ada yang di rumah sakit si Putri saya datangi langsung. Kemudian mayoritas pengungsi di Makodim, saya lihat sedang mereka, sampai nangis saya melihat mereka, ada yang hanya bisa bawa baju saat lari dari perusuh," sebut Nasrul Abit .

Dia mengaku tak ada rasa takut saat melakukan aksi kemanusiaan itu. Niatnya sudah niat dan tekadnya sudah bulat ingin menyelamatkan warganya dari kerusuhan .

"Saat itu tak ada rasa takut. Malah sudah sampai di Jakarta saya baru datang takut saya. Kalau saya dipanah bagaimana saat itu masih terjadi gesekan, tapi Allah maha pemberi pertolongan. Mereka selamat sampai di kampung halaman dan diberi bantuan," tukasnya.

Editor: Joni Abdul Kasir