Beberkan Trik Berbisnis di Tengah Pandemi, Audy Joinaldy: Coba Usaha Berbasis Digital

IPEMI Kota Padang mengadakan Talkshow interaktif bersama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy  Joinaldy, Kamis, 29 Oktober 2020.
IPEMI Kota Padang mengadakan Talkshow interaktif bersama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy, Kamis, 29 Oktober 2020. (Ist)

KLIKPOSITIF - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Padang mengadakan Talkshow interaktif bersama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy , Kamis, 29 Oktober 2020.

Acara ini bertajuk 'Muslimah Minang Preneurs to Direct Selling at Television Program' yang diselenggarakan di Duas Coffee,Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

baca juga: 3 Kali Gagal Panen, Warga Ikur Koto Yakin Fakhrizal Dapat Beri Solusi Jika Jadi Gubernur

Dalam sambutannya, Ketua IPEMI, Fitri Majid mengatakan dengan kedatangan Audy menjadi contoh untuk para anggota IPEMI.

"Milenial Minang ini menjadi inisiasi muslimah yang merupakan pengusaha muda yang sukses di luar kota,"Kata Fitri.

baca juga: Selamatkan Perantau di Wamena jadi Alasan Tokoh Padang Ganting Dukung Nasrul Abit

Selain itu, Fitri mengatakan melalui talkshow ini sejumlah peserta tahu bagaimana cara menjual produk di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Mari kita bekerjasama di tengah tv atau online. Bangkit dari pemikiran mati suri di tengah pandemic ini bersemangat di jalan yang halal," harap Fitri

baca juga: Terkait Pelanggaran Administrasi Pemilihan NA - IC, Tim Mahyeldi - Audy Sampaikan Hal Ini

Sementara itu, dalam pemaparan materinya Audy mengatakan jenis usaha yang bangkit di tengah pandemi Covid-19 adalah usaha yang terkait digitalisasi.

"Perusahaan Raising itu bisnis-bisnis digital. Mau tidak mau semua jenis usaha itu harus berbasis digital dan juga harus memperhatikan pola konsumen," tutur Audy.

baca juga: KPU Padang Catat Sudah 469 KPPS Reaktif Covid-19, Bagaimana Persiapan Pencoblosan?

Fenomena ini ditegaskan Audy berdasarkan, meningkatnya kebutuhan produk pangan di tengah pandemic melalui penjualan online.

"Penjualan bahan-bahan segar selama corona melalui digital 400% meningkat beli buah sayur, nugget dan susu," ungkap Audy.

Editor: Khadijah