Kepala Sekolah di Wilayah IV Sumbar Terancam Diberhentikan Apabila Penilaian Kinerja Tidak di Level Baik

Kepala Cabdin Sumbar Wilayah IV, Asricun.
Kepala Cabdin Sumbar Wilayah IV, Asricun. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Kepala Sekolah SMA/K di Kabupaten Lima Puluh Kota , Kota Payakumbuh , dan Kabupaten Tanah Datar terancam diberhentikan dari jabatannya apabila hasil penilaian kinerjanya tahun ini tidak pada level baik. Penilaian kinerja sendiri dilakukan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Sumbar Wilayah IV pada November ini.

Kepala Cabdin Sumbar Wilayah IV, Asricun menyebut, evaluasi kinerja tahunan dilakukan terhadap 41 kepala sekolah SMA/K di tiga wilayah kabupaten kota yang berada di bawah naungannya.

baca juga: Lapas Kelas IIB Payakumbuh Serahkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Sekitar Terdampak COVID-19

"Untuk di kita, ada 102 SMA/K negeri dan swasta, untuk negeri ada 55 sekolah. Tapi yang kita lakukan penilaian hanya 51 karena empat sekolah lain kepala sekolahnya dijabat Plt," kata Asricun, Selasa (3/11).

Dia menambahkan, penilaian kinerja ini akan jadi landasan bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan terhadap semua kepala sekolah yang ada di Wilayah IV.

baca juga: Dukung Program Pemerintah, Lapas Klas IIB Payakumbuh Sukses Gelar Vaksinasi Tahap II

"Dari hasil ini nanti, mungkin kita bisa lakukan pembinaan atau bisa saja pemberhentian terhadap kepala sekolah yang hasil penilaiannya di bawah level baik. Atau bisa juga kita jadikan sebagai ketauladanan apabila hasil penilaiannya di level sangat baik," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas (Korwas) Bidang SMA Disdik Sumbar , Rosfairil menyebut, dasar pihaknya melakukan penilaian kinerja terhadap kepala sekolah adalah Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Tupoksi Kepala Sekolah.

baca juga: Lapas Payakumbuh Gelar Vaksinasi Gratis Untuk Masyarakat, Ini Jadwalnya

"Sesuai Pasal 12 ayat 5 Permendikbud tersebut, dinyatakan setiap tahun kepala sekolah harus dinilai kinerjanya dengan capaian paling rendah level baik," terangnya.

Untuk penilaian, sesuai dengan Tupoksi kepala sekolah yang diatur dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tersebut, yang pertama manejerial, kedua pengembangan kewirausahaan, dan ketiga supervisi.

baca juga: Lapas Kelebihan Kapasitas, Wabup Lima Puluh Kota Tawarkan Lahan untuk Bangunan Baru

"Ditambah dengan pengembangan profesi berkelanjutan dan faktor kehadiran. Nanti dalam penilaiannya kita menggunakan aplikasi," jelasnya.

Dijelaskannya, secara keseluruhan kinerja kepala sekolah di Sumbar lebih dari 90 persennya berada di level baik.

"Itu nanti jadi dasar pijakan oleh pimpinan kita, Kacabdin dan Kepala Dinas Pendidikan untuk menetukan apakah kepala sekolah yang bersangkutan punya kelayakan untuk melanjutkan tugasnya atau tidak," tambahnya.

Khusus untuk penilaian kinerja di masa pandemi, kata Rosfairil, pihaknya juga melakukan penilaian terhadap konsep pembelajaran dalam jaringan (Daring) yang dilakukan pihak sekolah. (*)

Editor: Taufik Hidayat