Dinas Kehutanan Sumbar Sebut Hal ini Picu Penyebab Banjir di Sebagian Lengayang Pessel

Jajaran Dinas Kehutanan Sumbar, TNKS dan Pemkab Pessel saat meninjau langsung salah satu titik banjir di Lengayang
Jajaran Dinas Kehutanan Sumbar, TNKS dan Pemkab Pessel saat meninjau langsung salah satu titik banjir di Lengayang (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Barat) menelusuri penyebab banjir yang mengakibatkan sejumlah nagari di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ) terdampak banjir , Sabtu 31 Oktober 2020 lalu.

Selain Dinas Kehutanan, peninjauan ini juga dilakukan bersama jajaran Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan Pemkab Pessel , tepatnya di kawasan hulu sungai yang berada di Kambang Utara, yakni Batang Kambang, Kamis 11 November 2020 kemarin.

baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas, Guguran Sejauh 4,5 Kilometer

"Kami bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menelusuri hulu sungai Batang Kambang serta hutan yang gundul akibat pembukaan areal (hutan yang telah menjadi) ladang," ungkap Kadis Kehutanan Sumbar , Yozarwardi Usama Putra saat peninjauan.

Ia mengatakan, dalam peninjauan itu, pihak sudah mengetahui beberapa hal memicu terjadi banjir . Salah satunya, ada akibat kegundulan hutan yang dipicu akibat aktivitas pembukaan lahan untuk area ladang dari masyarakat.

baca juga: Sampai di Mesir Perjuangan Nabila Belajar di Al-Azhar Segera Terwujud, Orangtua: Terimakasih Semua Donatur

Sehingga, menurutnya, hal itu harus segera dicarikan jalan keluarnya. Selain, dilakukan pemetaan, pihaknya bersama Pemkab Pessel , dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga akan mencari solusi yang tepat, di antaranya dengan penegakan hukum dan pola kerjasama dengan masyarakat.

"Jika para peladang membuka diri maka akan diterapkan pola kerjasama sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Perhutanan Sosial, namun jika tidak penegakan hukum akan dilakukan," jelasnya.

baca juga: Lebih 3.000 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Balangan

Lanjutnya, jika pola kerjasama dilakukan, maka pendampingan akan dilakukan secada yang komprehensif, sebagai upaya untuk tetap menjaga hutan lestari dan tidak menghambat sumber ekonomi masyarakat dengan aktivitas berladang.

Kesempatan itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional III Pesisir Selatan, Laskar Jaya Permana membenarkan, kawasan yang dijadikan areal ladang sudah lama berlangsung di Lengayang. Selain itu, ditambah aktivitas ilegal logging yang belum berhenti hingga saat ini.

baca juga: Kemenag Dorong Pendistribusian Zakat, Infak dan Sedekah Disalurkan ke Korban Banjir dan Gempa

"Terkait hal itu kami terus melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kawasan hutan serta sanksi bagi masyarakat yang melakukan pengrusakan, selanjutnya kami juga intens melaksanakan patroli rutin," tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Pesisir Selatan, Mimi Riarti Zainul menyebut, bencana banji di Lengayang, Sabtu 31 Oktober lalu terbilang cukup parah. Sebab, selain merendam 3.988 KK, banjir juga mengakibatkan sebanyak 55 unit rumah rusak parah di kecamatan itu.

"Dengan adanya kegiatan ini kami berharap ditemukannya jalan keluar yang baik, yang tidak memberatkan masyarakat namun disatu sisi mampu meminimalkan terjadinya banjir ," tutupnya.

Kesempatan itu juga hadir, Kepala KPHP Pesisir Selatan, Madrianto dan sejumlah pejabat di Pemkab Pesisir Selatan dan pihak terkait lainnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani