Blusukan ke Gulai Bancah, Warga Keluhkan Banjir dan Air Bersih ke Erman Safar

Erman Safar Berfoto Dengan Warga
Erman Safar Berfoto Dengan Warga (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Calon Wali Kota Bukittinggi Erman Safar terus mendekatkan diri kepada warga. Erman Safar gencar mendatangi rumah warga guna mendengar langsung segala keluhan.

Hari ini, Jum'at 6 November 2020, calon nomor urut 2 itu berkunjung ke Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

baca juga: Sebut Tidak Pernah Niat Blusukan, Tri Rismaharini : Demi Allah Saya Berani Disumpah dengan Quran

Di sana, Erman Safar mendapati sejumlah keluhan dari warga yang selama ini belum teratasi dan diharap masalah tersebut bisa tuntas.

"Di sini banjir adalah salah satu masalah yang kerap terjadi. Jika terjadi hujan deras, maka got-got tak mampu menampung debit air," ucap Masrul, warga Pakoan Gulai Bancah.

baca juga: Rakyat Suka Pemimpin yang Blusukan, Akankah Risma Ikuti Jejak Jokowi?

Banjir terjadi akibat wilayah itu topografisnya rendah sehingga air yang mengalir dari arah Balai Kota langsung masuk ke pemukiman warga di Pakoan.

"Jadi kita harap ada perubahan kedepannya. Jika terjadi banjir, air naik hingga ke kasur," keluhnya.

baca juga: Erman Safar - Marfendi Hadiri Syukuran Kemenangan yang Diselenggarakan Green House Lezatta

Di samping itu, menurutnya, masih ada permasalahan lain yang mesti dipecahkan yakni sulitnya mendapat air bersih.

"Pipa PDAM ada, cuma airnya tidak mengalir," pungkasnya.

baca juga: Rapat Pleno KPU Bukittinggi, Erman Safar - Marfendi Kalahkan 2 Petahana

Dalan kunjungan itu, Erman Safar menampung semua keluhan dan jika terpilih, tentu ia akan mengurai masalah tersebut.

Orang dekat UAS ini berpasangan dengan Marfendi serta diusung koalisi Gerindra, PKS dan Golkar. Kekinian, ia sudah mendatangi lebih dari 11 ribu rumah warga untuk mengetahui langsung segala permasalahan.

Setiap kunjungan, selain mendengar keluhan dan aspirasi dari warga, Erman Safar juga membagikan masker sebagai bentuk kepedulian dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Editor: Hatta Rizal