PNP Teken Kerjasama Program D-II Fast Track dengan SMK dan Industri

Direktur PNP Surfa Yondri menandatangani kesepakatan kerjasama dengan SMK Negeri 1 Padang dan SMK Negeri 5 Padang, serta dengan pelaku industri untuk program D-II Fast Track
Direktur PNP Surfa Yondri menandatangani kesepakatan kerjasama dengan SMK Negeri 1 Padang dan SMK Negeri 5 Padang, serta dengan pelaku industri untuk program D-II Fast Track (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Politeknik Negeri Padang (PNP) menjalin kerjasama dengan dua Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) di Kota Padang dan dunia industri untuk program Diploma II Fast Track "Teknik Instalasi Tenaga Listrik", Jumat (6/11/2020).

Bertempat di ruang pertemuan lantai II Gedung C Kampus PNP, kerjasama itu ditandai dengan penandatangan MoU antara PNP yang diwakili Direktur PNP Surfa Yondri, dengan perwakilan kedua SMK tersebut, yaitu SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 5 Padang yang diwakili oleh Kepala Sekolah masing-masing SMK .

baca juga: Kepala Sekolah SMKN 2 Padang Bantah Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab

Sedangkan dari dunia industri, diwakili Direktur PT. Kurnia Abadi, PT. PLN, Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI), dan Manager Region PT. Haleyora Power Sumbar. Penandatanganan MoU itu juga disaksikan Kabid SMKDinas Pendidikan Sumbar Joko Purnomo melalui aplikasi Zoom Meeting.

Direktur PNP Surfa Yondri mengatakan, kerjasama dengan SMK dan dunia industri ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri melalui program D-II fast track yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Vokasi.

baca juga: Wajibkan Siswi Non Muslim Gunakan Kerudung, Ombudsman Sumbar Panggil Kepsek SMKN 2 Padang

Program D-II fast track ini, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi peran SMK , dunia industri untuk daya serap lulusan yang pada intinya adalah mengurangi pengangguran.

Salah satu yang dikerjasamakan dengan SMK dan dunia industri, adalah perancangan atau desain kurikulum untuk program D-II fast track oleh tripatik ( SMK , Perguruan Tinggi Negeri/ Politeknik , dunia kerja).

baca juga: Tegas, Kemenlu RI: Kami Tak Pernah Berhubungan dengan Israel

"Jadi, kami di PNP akan meminta input kepada rekan-rekan di dunia industri tentang desain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri sendiri, termasuk untuk penempatan magang mahasiswa program D-II fast track di industri kerja," kata Surfa Yondri.

Program D-II fas track ini, sebut Surfa Yondri, akan dimulai pada tahun ajaran 2021/2020 mendatang. SMK Negeri 1 dan SKM Negeri 2 Padang dilibatkan dalam kerjasama ini, karena melihat kesiapan dari PNP sendiri, apalagi
kedua sekolah itu berada di Kota Padang dan sesuai ketentuan dari Direktorat Pendidikan Vokasi, harus ada dua SMK untuk kerjasama program D-II fast track tersebut.

baca juga: Ingatkan Indonesia Negara yang Menentang Penjajahan, MUI: Semua Kerjasama dengan Israel Harus Ditolak

Kemudian di samping itu, program ini baru dicangkan oleh Direktorat Pendidikan Vokasi. "Jadi SMK 1 dan SMK 2 dilibatkan dalam kerjasama ini, agar prosesnya mudah, karena satu kota. Tapi ke depan ini akan kami kembangkan untuk sekolah dan prodi lainnya," ungkap Surfa Yondri.

Ketua DPD AKLI Sumbar Rinaldi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program D-II gasc track tersebut, karena lulusan dari program tersebut akan bermanfaat bagi AKLI, maupun dunia industri, serta kontraktor-kontraktor listrik yang berada di bawah AKLI.

"Kami dari AKLI Sumbar, sangat mendukung program baru D-2 fast track ini, karena akan memberi manfaat besar bagi kami ke depan," katanya.

Sementara itu, Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumbar Joko Purnomo mengapresiasi program D-II fast track di PNP, karena program ini mendekatkan siswa SMK ke pendidikan tinggi dan dunia industri. Ia berharap, PNP dapat memperluas program ini dan juga dapat menjembatani bidang rekayasa lainnya yang ada di SMK .

"Kalau bisa ini lebih luas lagi, karena Sumbar punya 112 sekolah bidang rekayasa. Kami juga berharap agar SMK 1 dan SMK 5 yang jadi pilot projek, dapat menjadikan kerjasama ini sebagai barometer atau tolak ukur sejauh mana pencapaian dari kedua sekolah tersebut," katanya.(*)

Editor: Riki