Terawan Disebut Sukses Tangani Covid, Ahli: Kemenkes Salah Baca Surat WHO

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Di kala pandemi Covid-19 belum selesai dan masih menyisakan banyak PR, kabar menghebohkan muncul dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mengklaim Terawan diundang WHO karena sukses menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

baca juga: Menyuntik Vaksin ke 160 Juta Orang Indonesia, Profesor Iris : Tidak Mudah dalam Waktu Sekejap

Tentu, hal ini mengundang tanda tanya besar yang membuat ahli wabah dari Universitas Indonesia, Pandu Riono angkat bicara.

Dilansir dari hops.id, menurut Pandu, Kemenkes telah melakukan kesalahan dalam membaca isi surat WHO .

baca juga: Epidemiologi : Vaksin Itu Tidak Bisa Mencegah Penularan

Oleh karena itu, alih-alih karena sukses, Terawan diundang WHO karena perlu adanya evaluasi penanganan Covid-19.

Terawan diundang telekonferensi dengan menteri kesehatan tiga negara lainnya untuk berbagi pengalaman penanganan Covid-19 dengan WHO .

baca juga: Besok, Tenaga Kesehatan di Padang Mulai Divaksin

"Suratnya tidak salah ketik. Hanya yang baca yang tidak akurat mempersepsikan, kapan lagi bisa bilang berhasil, walaupun pada kenyataannya gelombang pertama belum terlampui, toh sudah sibuk mengingatkan kemungkinan gelombang kedua. Itulah Indonesia," tulis Pandu di akun Twitternnya @drpriono1, Kamis (05/11/2020).

Juru wabah ini mengatakan kalau surat WHO aslinya ingin menegur Indonesia dengan cara halus dalam penanganan Covid-19.

baca juga: Hari Ini, 20 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Satu Diantaranya Meninggal

Sederhananya, Indonesia akan diulas rapornya dalam penanganan Covid-19 lantaran bahasa diplomatik WHO halus dalam surat itu.

"Besok (Jumat ini) ada pembagian rapor kinerja respon wabah Covid19. Semua penilaian akan dikemas dengan bahasa diplomatik agar pemerintah Indonesia bisa mawas diri, untuk perbaikan respons yang lebih terkoordinasi, terencana, termonitor, berdampak pada pengendalian kasus," imbuhnya.

Pandu menambahkan, ketika WHO menyatakan Indonesia sukses melaksanakan Intra-Action-Review (IAR) penanganan corona , itu bukan berarti Indonesia sukses tangani Covid-19.

IAR, tutur Pandu, merupakan peninjauan atas kelemahan suatu negara dalam penanganan corona serta solusinya. IAR dilakukan semua pemangku kepentingan di Indonesia yang dikoordinasikan Kemenkes .

Pandu mengupas kinerja Satgas Covid-19 selama menangani pandemi ini perlu ditingkatkan.

Ia mengakui Satgas Covid-19 bisa bertahan dalam gelombang pertama Covid-19 tapi mesti waspada menghadapi kemungkinan munculnya gelombang berikutnya.

"Prestasi Satgas Covid-19 berhasil mempertahankan posisi bertahan di gelombang pertama, naik terus menuju puncak dengan kebijakan yang selalu kontradiksi. Gelombang kedua otomatis tak akan terjadi, gelombang pertama belum tuntas," ucap Pandu.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri