BPN Serahkan 450 Sertifikat PTSL ke Pemkab Tanah Datar

Plh Sekda Tanah Datar Edi Susanto menerima sertifikat tanah untuk masyarakat dari Kepala BPN Nurhamida
Plh Sekda Tanah Datar Edi Susanto menerima sertifikat tanah untuk masyarakat dari Kepala BPN Nurhamida (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Antisipasi terjadinya sengketa tanah di tengah masyarakat, Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Tanah Datar menyerahkan sebanyak 450 sertifikat tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada Pemkab Tanah Datar .

"Penyerahan sertifikat tanah ini, merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi masyarakat, mengingat sertifikat menjadi bukti kepemilikan yang sah. Hal ini akan mengurangi sengketa di tengah masyarakat," ucap Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Edi Susanto di Pagaruyung, Senin 9 November 2020.

baca juga: Hari Ini 72 Orang Positif COVID-19 di Tanah Datar, 30 Diantaranya Klaster Rutan Batusangkar

Edi menyebut pemerintah daerah mendukung program PTSL ini, meskipun pelaksanaan programnya tidak semudah yang dibayangkan karena terkendala dengan kepemilikan tanah ulayat.

Ia menjelaskan tahun ini pelaksanaan PTSL tersisa sebanyak 550 bidang dari 1.000 bidang tanah di tiga kecamatan, dikarenakan susahnya mengurus kepemilikan tanah yang dominan tanah ulayat.

baca juga: Hari ini 15 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Bupati: Jangan Sombong Hadapi Corona

"Untuk pemetaan bidang tanah yang dilaksanakan pada wilayah PTSL tahun 2020 sebanyak 3.977 bidang tanah," tutur Edi.

Sementara itu, Kepala BPN Tanah Datar Nurhamida mengatakan penyerahan sertifikat tanah ini bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Limo Kaum dan Lintau Buo Utara yang telah selesai segala pengurusannya, mulai dari pengukuran hingga administrasinya.

baca juga: Cek Pos Pelayanan Operasi Ketupat, Kapolres Terus Ingatkan Prokes

"Jadi programnya itu ada beberapa bagian, di antaranya ada yang program Peta Bidang Tanah (PBT), ada yang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)," tutur Nurhamida.

Ia menyebut pada 2021 nanti, pihaknya akan menargetkan sebanyak 19.000 sertifikat terdiri dari program pemetaan, pengukuran, atau disertifikatkan. Namun, terlebih dahulu akan diajukan ke pihak BPN provinsi. (*)

baca juga: Tambah 5 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Bupati Sebut Kasus Naik Akibat Abai Prokes

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi