Mentri Pertahanan Pastikan WNI yang Disandera Masih Sehat

Keluarga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Agustin Pilohoma (50) dan Jemmy Repi (58) duduk di belakang foto putranya, Alfian Elvis Repi, di kediaman mereka di Desa Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (6/4).
Keluarga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Agustin Pilohoma (50) dan Jemmy Repi (58) duduk di belakang foto putranya, Alfian Elvis Repi, di kediaman mereka di Desa Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (6/4). (ANTARA FOTO)

KLIKPOSITIF -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan nasib 10 Warga Negara Indonesia yang disandera separatis Filipina pimpinan Abu Sayyaf sejak awal April lalu dipastikan masih sehat.

Hal itu diutarakan karena terjadi kontak senjata pada Sabtu antara militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf, di Pulau Basilan yang memakan korban 18 tentara Filipina tewas di tempat dan lima milisi Abu Sayyaf tewas.

baca juga: Prabowo Kelola Anggaran Rp127,4 Triliun, Jokowi: Sosok yang Teliti

"Yang namanya operasi militer itu pasti ada korban, maka jalan terbaik adalah negosiasi," kata Ryamizard di Jakarta, Rabu.

Untuk membebaskan para sandera Indonesia sedang mencari cara agar uang negosiasi yang disiapkan oleh perusahaan tidak terjebak .

baca juga: Pemko Agendakan Menhan Prabowo Hadiri Peringatan Hari Bela Negara di Padang

"Jadi upaya penyelamatan itu ada tiga, ada diplomasi, negosiasi, dan operasi militer.," kata Ryamizard.

Sementara itu, pembayaran sandera akan dilakukan oleh perusahaan, dan pemerintah akan berupaya lewat diplomasi.

baca juga: Menhan Dukung Razia Buku Komunis Jaksa Agung

Sebelumnya Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, meminta pemerintah mengambil jalur negosiasi dalam membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf yang diketahui menculik 10 WNI itu dipimpin Al-Habsy Misaya dan Jim Dragon.
"Operasi militer pemerintah Filipina yang gagal, memberikan isyarat penting untuk membebaskan 10 WNI harus mempertimbangkan pendekatan kemanusiaan melalui jalur negosiasi," kata Siddiq.

baca juga: WNI Disandera Abu Sayyaf, Menhan: Kapal Indonesia Sudah Diperingati Tak Melintas di Perairan Sulu

Dia mengatakan, apabila prioritas utama pemerintah adalah menyelamatkan 10 WNI maka jalur negosiasi merupakan yang harus ditempuh. (ant)

Penulis: Pundi F Akbar