Terkait Pembayaran Insentif Relawan COVID-19, Ini Kata Pemkab Pessel

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat mengungkapkan, pembayaran insentif relawan COVID-19 yang belum dibayarkan hingga kini masih menunggu hasil revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020 dari Kemendagri.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Pessel , Rinaldi mengungkapkan, pembayaran insentif relawan COVID tersebut diagendakan dalam APBD-P 2020. "Ya, bukan tidak mau dibayarkan. Karena memang saat ini APBD perubahan kita masih menunggu persetujuan Kemendagri," ungkapnya pada KLIKPOSITIF , Jumat 13 November 2020.

baca juga: Soal Virus Corona B117, Jokowi: Disiplin Jalankan Prokes

Ia menjelaskan, hasil revisi APBD-P ini paling cepat, Senin pekan depan sudah dikirim dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Setelah, hasil revisi itu keluar, nanti akan dicek kembali tim Pemkab Pessel .

"Dan mudah-mudahan, setelah itu seminggu ke depan selesai. Jadi intinya menunggu hasil revisi APBD-P ini, karena saat ini baru selesai tingkat Gubenur," terangnya.

baca juga: DPRD Pessel Berduka, Almasri Anggota Dewan Dapil Sutera-Lengayang Meninggal Dunia

Kendati demikian, terkait nominal insentif yang dianggarkan dalam APBD-P, ia mengaku tidak mengetahui detail. Sebab, menurutnya hal itu persoalan teknis.

"Kalau itu teknis, saya tidak mengetahui. Tapi, intinya akan dibayarkan," tutupnya.

baca juga: Lima Warga Kota Solok Positif Covid-19, Satu Diantaranya Guru

Sementara itu, saat KLIKPOSITIF mencoba menanyakan hal ini ke Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Sutarman tidak dapat jawaban. Saat dicoba dihubungi melalui telepon, bersangkutan menolak telepon yang disambungkan KLIKPOSITIF . Padahal, dari keterangan Kepala Dinkes Pessel , Satria Wibawa, kewenangan insentif relawan COVID-19 di RSUD dan Rusunawa merupakan kewenangan RSUD Painan.

Sebelumnya, diberitakan, hingga kini para tenaga medis relawan COVID-19 Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat belum menerima insentif yang dijanjikan pemerintah setempat. Bahkan parah, terhitung jadi relawan September 2020 lalu mereka tidak juga tidak pernah menandatangani surat keputusan (SK) atau kontrak sebagai relawan

baca juga: Menkes Sebut Hal Ini Sebagai Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19

Hal itu, salah satunya dikeluhkan perawat yang ditugaskan menjadi relawan COVID-19 di RSUD M. Zein Painan. Kepada KLIKPOSITIF , mereka mengaku, hingga kini mereka belum menerima apa yang mereka harapan. Padahal, sebelum masuk dinas per-shift dijanjikan Rp.250 ribu.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi