24 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Kasus Moge di Bukittinggi

Salah satu adegan dalam rekonstruksi kasus moge yang digelar di Mapolres Bukittinggi
Salah satu adegan dalam rekonstruksi kasus moge yang digelar di Mapolres Bukittinggi (Polres Bukittinggi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Polres Bukittinggi menggelar rekonstruksi atau reka ulang terkait kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota klub moge terhadap dua anggota TNI. Rekonstruksi ini digelar di Mapolres Bukittinggi pada Kamis 12 November 2020 kemarin.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, memaparkan bahwa rekontruksi ini dilakukan sebanyak 24 adegan. Kegiatan rekonstruksi ini menghadirkan 5 tersangka atas nama MS (49), JA (26), RHS (48) TR (33) dan tersangka atas nama anak BS (16), sedangkan untuk korban diperankan oleh pemeran pengganti. Kegiatan ini dijuga disaksikan oleh korban dan Jaksa Penutut Umum dari Kejaksaan Negeri Bukittinggi .

baca juga: Gempa Darat Guncang Bukittinggi, Getarannya Dirasakan di Sejumlah Daerah

Kapolres Bukittinggi menjelaskan kegiatan rekontruksi ini dilaksanakan untuk mengetahui peran masing-masing tersangka, sehingga memberi jelas jalan cerita terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama dan juga memberikan gambaran kepada Jaksa Penuntut Umum dalam proses sidang di pengadilan.

Kapolres menambahkan, melalui kegiatan rekontruksi ini menunjukkan keseriusan dari Polres Bukittinggi bahwa dalam proses perkaranya dilaksanakan secara baik dan benar.

baca juga: 12 Pemuda di Bukittinggi Terjaring Operasi Premanisme

Penyidik mempersangkakan terhadap tersangka anak berhadapan hukum dengan pasal nya 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 1e jo 351 jo 55 jo UU no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Sedangkan untuk 4 tersangka dewasa dengan pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 1e jo 351 jo 55 Kuhp.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Jumat 30 Oktober 2020 yang lalu. Sejumlah anggota moge yang terpisah dari rombongan tak terima ditegur oleh korban, sehingga berujung ke pengeroyokan. Dua anggota TNI dari Kodim 0304 Agam menjadi korban pengeroyokan itu.

baca juga: Universitas Fort de Kock Jalin Kerja Sama dengan IEG Campus Malaysia, Ini Kata Wakil Wali Kota Bukittinggi

Dalam kasus tersebut, lima anggota klub moge telah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka pertama adalah anak di bawah umur berusia 16 tahun yang berinisial BS. Peran BS adalah menendang korban arah kepala Serda Yusuf, serta memukul Serda Lestari.

Berikutnya adalah tersangka berinisial MS berumur 49. Tersangka ini mengancam akan menembak Serda Yusuf, serta membanting Serda Yusuf hingga jatuh tersungkur.

baca juga: Universitas Fort de Kock Bukittinggi Jalin Kerja Sama Double Degree dengan IEG Campus Malaysia

Yang ketiga adalah tersangka RHS berusia 48 tahun. Tersangka ini memukul Serda Lestari sebanyak 3 kali

Kemudian tersangka ke-4 adalah JA berusia 26 tahun. Peran tersangka adalah memukul Serda Lestari arah kepala dan memukul Serda Yusuf.

Yang terakhir adalah tersangka berinisial TR umur 33 tahun, yang ikut mendorong Serda Yusuf.

Editor: Haswandi