Puji Pendaratan NASA di Asteroid, Mahathir Mohamad Ingatkan Fiksi Ilmiah "The War of the Worlds"

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (AFP)

KLIKPOSITIF - Politikus senior Malaysia Mahathir Mohamad memuji prestasi terbaru NASA karena berhasil mendarat di asteroid . Melalui unggahan blog chedet.cc, ia juga mengingatkan NASA agar tak membawa alien pulang ke bumi.

Menyadur The Star pada Sabtu (14/11), Mahathir mencatat bahwa misi Osirex-Rex NASA berhasil mengumpulkan sampel yang diambil dari asteroid Bennu dan menyegelnya dalam kapsul pelindung.

baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Terbang Jenis Baru Mirip Porg di Film The Last Jedi

Namun ia juga khawatir, misi itu turut membawa elemen alien yang berbahaya bagi bumi karena dianggap beracun.

"Bagaimana jika itu adalah unsur yang dapat meracuni udara yang kita hirup, atau laut, atau tanah kita. Apakah kita yakin bahwa semua unsur di alam semesta sama seperti unsur yang kita temukan di bumi ini?"

baca juga: Setelah Berkuasa 30 Tahun, Presiden Chad Tewas Ditembak Pemberontak

"Tidak bisakah ada sesuatu yang tidak ada di planet kita. Apakah bisa menjadi racun bagi kehidupan di planet kita?" tulisnya di blog pada hari Kamis."

Mahathir Mohamad lantas membandingkan prestasi NASA itu dengan fiksi ilmiah 'The War of the Worlds' karya HG Wells.

baca juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama, Pencarian Jozeph Paul Zhang Libatkan Interpol

" Alien yang menyerang planet kita dibunuh oleh bakteri. Tapi bagaimana jika materi sebagai makhluk berbeda dan mematikan bagi kehidupan di bumi, seluruh dunia bisa dihancurkan," tulisnya.

"Sudah, di bumi ini, virus muncul yang dapat memusnahkan kehidupan manusia di bumi. Ya, kita sedang memeranginya. Kita mungkin berhasil. Tapi kita juga bisa gagal," katanya.

baca juga: Hingga Kini Korban Jiwa Akibat Covid-19 Capai 3 Juta di Seluruh Dunia

Mantan Mantan Perdana Menteri Malaysia ini kemudian mengaitkan pemikirannya dengan bom atom yang menghancurkan Hiroshima.

"Para ilmuwan mengira bom itu akan meledak dan membunuh orang-orang Hiroshima dengan cara yang sama seperti bom lain. Tapi kemudian itu menghasilkan radiasi yang menewaskan orang di luar lokasi ledakan."

"Sekarang kami tahu bahwa jika kami menggunakan senjata ini dalam perang, seluruh dunia akan terpengaruh. Mereka akan menderita penyakit radiasi dan mungkin akan dibunuh," lanjutnya.

"Jadi berhati-hatilah dengan tanah yang diambil dari meteorit dari luar angkasa," tutup Mahathir Mohamad.

Sebelumnya, NASA meluncurkan misi Osiris-Rex dan mengirim penyelidikan ke asteroid Bennu dan membawa sampel kecil kembali untuk dipelajari. Misi tersebut diluncurkan pada 8 September 2016 dan akan kembali ke Bumi pada 2023.

Editor: Eko Fajri