Presiden Minta PBB Jamin Obat dan Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (net)

KLIKPOSITIF - Presiden Jokowi meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) untuk menjamin akses semua negara terhadap ketersediaan vaksin dan obat-obatan untuk mengatasi Pandemi Covid-19.

Menurut Jokowi , langkah tersebut bisa mengembalikan kepercayaan negara-negara terhadap multilateralisme dan melanjutkan agenda reformasi secara nyata.

baca juga: Wapres: 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah untuk UMKM

"Pertama, PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemi ," kata Jokowi saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN- PBB yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11/2020).

Dalam jangka pendek, PBB harus berperan memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin bagi semua. Dalam jangka panjang, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa depan.

baca juga: Diubah Pemerintah, Ini Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

"Di kawasan Asia Tenggara, belajar dari pandemi ini, kita berusaha bangun sistem dan mekanisme kawasan seperti ASEAN Response Fund for COVID-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework," jelasnya.

"Kami yakin, perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global," sambungnya.

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

Kedua, Jokowi mendorong PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi, dia mengaku prihatin menyaksikan kembali intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

"Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi," ungkapnya.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Sebagai negara terbesar ketiga di dunia, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

"Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme," tegasnya.

Di penghujung pidatonya, Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

"Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil," tandasnya.

Editor: Ramadhani