Kecelakaan Kereta Api di Padang, Ini Penyebabnya Menurut Pakar Transportasi

Kecelakaan Kereta Api di Padang kemarin
Kecelakaan Kereta Api di Padang kemarin (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kecelakaan Kereta Api kembali terjadi di Kota Padang setelah transportasi itu fakum beberapa bulan yang lalu karena pandemi Covid-19.

Pengamat Transportasi dari Universitas Andalas (UNAND), Yossyafra mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan kecelakaan terjadi. "Pertama, kecelakaan Kereta Api ini terjadi karena banyaknya perlintasan yang tidak teregistrasi atau perlintasan ilegal," katanya.

baca juga: Dinas Perdagangan Libatkan 50 Pemilik Usaha di Pasar Murah Ramadan

Menurutnya, di Kota Padang sendiri hanya satu persen perlintasan yang legal. "Lebih kurang 200 perlintasan Kereta Api ilegal di Kota Padang . Sementara yang legal hanya sebanyak delapan perlintasan saja," katanya.

Selain itu, kondisi perlintasan sendiri juga menjadi faktor terjadinya kecelakaan . "Tinggi rel dengan jalan itu bedanya sangat jauh, jadi kemungkinan mobil macet ketika di perlintasan sangat besar," lanjutnya.

baca juga: Pasar Murah Dibuka, Dinas Perdagangan Kota Padang Batasi Pengunjung

Faktor ketiga, menurutnya adalah pengendara yang lalai saat akan menyeberangi perlintasan Kereta Api . "Biasanya ketika menyebrang pengendara harus memperhatikan kiri dan kanan lalu berhenti sementara kembali lihat ke kiri dan kanan, baru menyeberang," lanjutnya. Menurutnya, banyak pengendara yang tidak melakukan hal tersebut saat akan menyeberangi perlintasan Kereta Api , terutama yang illegal.

"Keempat terutama untuk pengendara mobil. Merrka cenderung menutup rapat kaca mobilnya, sehingga suara dari luar tidak terdengar," lanjutnya.

baca juga: Pemko Padang Imbau Warga Rutin Vaksin Hewan Peliharaan

Dengan begitu, menurutnya pengendara tidak bisa mendengar suara saat Kereta Api akan lewat. Ditambah lagi tidak mendengar adanya peringatan dari orang yang melihat.

"Diharapkan, saat menyeberang, pengendara harus menurunkan kaca mobilnya. Setidaknya dia bisa mendengar suara kereta atau peringatan dari orang lain," tutupnya.

baca juga: Program Sapi Bunting, Dinas Pertanian Kota Padang Siapkan Anggaran Rp100 Juta Untuk Peternak

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani