Hulu Batang Hari, Kejayaan Masa Lalu dan Ingatan Kolektif

Jahri duduk di halaman rumahnya. Diorama di dinding rumah dibuat pada 1984 menceritakan bagaimana Jahri dan keluarganya hidup dari kekayaan Batang Hari yang melimpah
Jahri duduk di halaman rumahnya. Diorama di dinding rumah dibuat pada 1984 menceritakan bagaimana Jahri dan keluarganya hidup dari kekayaan Batang Hari yang melimpah (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

KLIKPOSITIF - Manusia telah menetap di sepanjang Batang Hari berabad-abad lamanya. Sungai yang terbujur lebih dari 800 kilometer di tengah belantara Sumatera itu telah menjadi nadi bagi peradaban manusia. Raja-raja lahir dan berganti, namun Batang Hari terus mengalir hingga hari ini.

Sungai itu telah menjadi entitas yang mengikat Dharmasraya di masa lalu dengan segala yang terbentang hari ini. Tanah-tanah di hulu yang terkenal subur mendukung kehidupan masyarakat sungai dari waktu ke waktu. Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Pusat Arkeologi Nasional menyebut jika kelompok masyarakat sudah menetap di bagian hulu Batang Hari sejak abad ke-10. Jauh sebelum Adityawarman dinobatkan sebagai raja Dharmasraya.

baca juga: Ilmuwan Pecahkan Misteri Buaya Bertanduk Setelah Ratusan Tahun Ditemukan

Sejumlah keramik Tiongkok dari masa Dinasti Thang pernah ditemukan di kawasan itu. Untuk tumbuh menjadi kerajaan besar dibutuhkan waktu yang tak sebentar. Kedatangan Singasari pada abad ke-13 yang ingin menjalin aliansi politik menunjukkan Dharmasraya telah mencapai masa kemakmuran sebagai kerajaan. "Keberadaan Sungai Batang Hari memberi dampak yang besar bagi perkembangan Kerajaan Dharmasraya baik secara ekonomi, sosial, budaya dan juga politik," ujar Profesor Gusti Asnan, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas.

Tempek, alat transportasi tradisional yang digunakan warga untuk beraktivitas di sepanjang sungai Batang Hari
Tempek, alat transportasi tradisional yang digunakan warga untuk beraktivitas di sepanjang sungai Batang Hari

Hari ini Sungai Batang Hari tetap menjadi denyut yang memberi kehidupan bagi masyarakat Dharmasraya. Sungai itu telah menjadi jalur yang menghubungkan banyak tempat dan mempertemukan banyak orang. Batang Hari telah menjadi identitas yang tak bisa terlepas dari Dharmasraya dan semua kawasan yang dialirinya. Aliran sungai itu menjadi simpul yang akan menghubungkan masa lalu, masa kini dan hari depan. Sungai yang kemudian menjadi memori kolektif yang akan hidup dalam ingatan setiap masyarakatnya.

baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Terbang Jenis Baru Mirip Porg di Film The Last Jedi

Rumah Adar Raja Koto Besar, salah satu dari Kerajaan Tertua yang masih berdiri di Dharmasraya hingga hari ini
Rumah Adar Raja Koto Besar, salah satu dari Kerajaan Tertua yang masih berdiri di Dharmasraya hingga hari ini
Dermaga tempat menautkan tempek di sepanjang Batang Hari merupakan penampakan yang mulai jarang ditemui
Dermaga tempat menautkan tempek di sepanjang Batang Hari merupakan penampakan yang mulai jarang ditemui
Sungai Batang Hari kaya akan kandungan emas. Kekayaan ini yang menjadi modal besar kerajaan-kerajaan yang tumbuh di bagian hulu sungai. Kini sejumlah masyarakat masih medulang emas dari sungai itu.
Sungai Batang Hari kaya akan kandungan emas. Kekayaan ini yang menjadi modal besar kerajaan-kerajaan yang tumbuh di bagian hulu sungai. Kini sejumlah masyarakat masih medulang emas dari sungai itu.
Butiran-butiran emas yang berhasil diekstrak dari Sungai Batang Hari, sebagaian besar warga masih mengandalkan emas sebagai sumber hidup.
Butiran-butiran emas yang berhasil diekstrak dari Sungai Batang Hari, sebagaian besar warga masih mengandalkan emas sebagai sumber hidup.
Warga menyeberang Batang Hari menggunakan ponton, alat penyebarangan sederhana yang biasa mengangkut manusia dan kendaraan
Warga menyeberang Batang Hari menggunakan ponton, alat penyebarangan sederhana yang biasa mengangkut manusia dan kendaraan
Sungai Batang Hari mengalir sepanjang lebih dari 800 kilometer, telaj menjadi sumber kehidupan banyak bangsa dari masa lalu hingga hari ini.
Sungai Batang Hari mengalir sepanjang lebih dari 800 kilometer, telaj menjadi sumber kehidupan banyak bangsa dari masa lalu hingga hari ini.
Batang Hari menjadi sumber hidup bagi orang-orang yang hidup di sepanjang alirannya.
Batang Hari menjadi sumber hidup bagi orang-orang yang hidup di sepanjang alirannya.
Puti Puan Aciak Sariana, melintas di Rumah Gadang Kerajaan Siguntua, salah satu kerjaan tua Dharmasraya yang masih ada hingga hari ini
Puti Puan Aciak Sariana, melintas di Rumah Gadang Kerajaan Siguntua, salah satu kerjaan tua Dharmasraya yang masih ada hingga hari ini

Editor: Ramadhani