Dilaporkan ke Bawaslu oleh Mahyeldi - Audy, Ini Respons Tim Mulyadi - Ali Mukhni

Tim Hukum Mulyadi - Ali Mukhni, Missiniaki Tommi
Tim Hukum Mulyadi - Ali Mukhni, Missiniaki Tommi (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim Hukum Mahyeldi - Audy Joinaldi melaporkan dugaan pelanggaran kampanye di media massa elektronik/tv oleh Mulyadi - Ali Mukhni dan program Coffee Break TV One. Dugaan pelanggaran tersebut ditayangkan pada tanggal 12 november 2020 lalu, pukul 09:00 - 09:30.

Tim Hukum Mulyadi - Ali Mukhni , Missiniaki Tommi angkat bicara terkait laporan tersebut, pada prinsipnya ia menghormati laporan itu. Menurutnya, setiap orang berhak untuk melakukan langkah hukum, termasuk membuat laporan ke Bawaslu.

baca juga: Audy Optimis, 2022 Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Capai 5 Persen

"(Tapi) setiap orang secara pribadi berhak juga tampil di televisi. Itu hak kami, ini tidak ada pelanggaran pemilu," ujar Tommi dihubungi wartawan, Senin (16/11/2020).

Tommi menyayangkan kenapa ketika kliennya tampil di televisi dipermasalahkan. Padahal, saat pasangan Mahyeldi dan Audy tampil di televisi tidak pernah dipersoalkan.

baca juga: Akselerasi Smart City, Lima Daerah Kerjasama dengan BNI

"Selama ini Pak Mahyeldi dan Pak Audy tampil di Padang TV kan tidak pernah kami persoalkan. Itu aja. Kenapa tiba-tiba ketika kami diundang tvOne menjadi persolan bagi mereka," katanya.

Dia menegaskan bahwa kliennya hanya diundang oleh tvOne. Acara tersebut juga bukan dalam rangka kampanye. "Pak Mulyadi kan diundang. Yang jelas kami diundang tvOne dan tidak dalam rangka kampanye," tegasnya.

baca juga: PDI Perjuangan Nilai Presiden Perlu Terbitkan Perppu Pilkada 2024, Ini 3 Alasannya

Sebelumnya, Koordinator Tim Hukum Mahyeldi -Audy Miko Kamal mengatakan acara tvOne tersebut dihadir selama setengah jam dengan Mulyadi sebagai bintang tamunya. Mulyadi merupakan pasangan calon gubernur Sumbar nomor urut 1. tvOne dinilai tidak adil terhadap para pasangan calon gubernur.

"Jadi mengapa kami laporkan, prinsipnya di PKPU bahwa semua media termasuk TV harus berlaku adil terhadap seluruh kontestan pilkada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota," katanya.

baca juga: Gubernur Mahyeldi Dukung Revitalisasi Lokasi Bersejarah Peristiwa Situjuah

Menurutnya, dalam acara Coffee Break ini kuat indikasi tvOne berlaku tidak adil, sebab hanya menghadirkan Mulyadi tanpa adanya undangan kepada calon lain. Maka ada dua pihak yang dilaporkan yaitu tvOne dan Mulyadi . Laporan juga sudah diterima oleh Bawaslu Sumbar.

" Mulyadi dilaporkan juga karena sebuah perbuatan pasti ada antara dua pihak, tidak mungkin tvOne tiba-tiba menyiarkan tanpa diminta diselenggarakan kegiatan itu, itulah yang harus diselidiki Bawaslu," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal