Pasca Diguncang Gempa, Kondisi di Mentawai Sudah Kembali Normal

Keadaan di luar Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai
Keadaan di luar Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai (SAR)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pasca gempa 6,3 SR yang menggoncang Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Selasa 17 November 2020 pagi, keadaan di daerah tersebut sudah mulai normal kembali.

"Tadi memang saat gempa , warga berhamburan ke luar rumah karena guncangannya cukup kuat," kata Kepala Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai , Akmal kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Awali Tahun Baru, Bupati Irfendi Arbi Raih Penghargaan Peduli HAM

Ia mengatakan, untuk keadaan saat gempa , Mayoritas warga dan bahkan anak-anak sempat ke luar rumah di daerah Tuapejat.

"Untuk di daerah Sipora kami juga sudah berkoordinasi dan keadaan juga sudah kembali normal," lanjutnya.

baca juga: Besok, Tenaga Kesehatan di Padang Mulai Divaksin

Ia menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih belum menerima laporan terkait kerusakan dan korban jiwa.

"Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya korban jiwa ataupun kerusakan bangunan," lanjutnya.

baca juga: Hari Ini, 20 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Satu Diantaranya Meninggal

Ia mengatakan, pihaknya akan memantau dan menyusuri lokasi pedesaan yang berada di sudut Kepulauan. "Nanti kami akan sampaikan kembali hasil penelusuran kami," lanjutnya.

Dari analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekuatan gempa ini Magnitudo 6,3 yang terjadi di wilayah 109 kilometer Barat Daya Tua Pejat Kepulauan Mentawai - Sumbar .

baca juga: Tahun Ini Pemko Padang Punya Sembilan Program Prioritas

Gempa ini berlokasi di 2.87 LS,99.07 BT dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Dari informasi BMKG Padang Panjang, gempa ini dirasakan di Kota Padang, Painan dengan skala intensitas III-IV MMI, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kepahiyang dengan skala intensitas II-III MMI.

Hingga pukul 08.55 WIB, tidak ada laporan adanya kerusakan maupun adanya korban jiwa terkait kejadian gempa ini.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi