Dihantui Banjir, Warga Berharap Normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

Nasrul Abit mengunjungi lokasi yang sering banjir
Nasrul Abit mengunjungi lokasi yang sering banjir (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Masyarakat Pasaman dihantui banjir pada musim hujan, terutama mereka yang bermukim di sepanjang sungai Batang Sumpur dan Batang Sontang.

Kalau banjir tiba, harta benda dan lahan pertanian mereka sering terdampak. Rumah di pinggir sungai juga terancam tergerus. Karena itu, mereka meminta normalisasi sungai .

baca juga: Sekjen Gerindra Nyatakan Siap Dukung Normalisasi Batang Tapan Pessel

Keluhan itu disampaikan masyarakat kepada Nasrul Abit saat calon Gubernur Sumbar itu melakukan safari politik di Nagari Panti, Kecamatan Panti dan di Tapus Utara, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Telugur, Pasaman .

"Kalau Bapak menjadi gubernur, tolong dibantu normalisasi sungai kami," kata Kepala Kampung Tapus Utara, Arfan Hasibuan, Selasa (17/11).

baca juga: Wagub Sumbar Upayakan Normalisasi Sungai Batang Sumani Solok

Dia mengungkapkan bahwa ancaman banjir dan penggerusan terdapat di hulu sungai Batang Sontang hingga ke Beringin dan bersambung di Batang Sumpur.

"Ribuan rumah dan ribuan hektare sawah dan pemukiman penduduk terancam. Hampir setiap hujan terjadi banjir dan permukaan sungai semakin melebar dikikis banjir," kata Arfan.

baca juga: RUU Daerah Kepulauan Jadi Kebutuhan Mendesak Masyarakat Kepulauan

Ketika menanggapi permintaan tersebut, Nasrul Abit meminta masyarakat menyiapkan proposal normalisasi sungai agar tim dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar langsung turun ke lokasi.

"Nanti biar Pak Khairuddin Simanjuntak yang mengawal. Beliau anggota DPRD Sumbar dari Pasaman ," ucap Nasrul Abit.

baca juga: Antisipasi Tahanan Kabur, Wakapolres Lima Puluh Kota Lakukan Hal Ini

Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu melihat langsung kondisi sungai Batang Sontang bersama masyarakat setempat.

"Kami langsung lihat langsung kondisi sungai . Insyaallah segera kita lakukan normalisasi sungai agar masyarakat aman dari penggerusan dan banjir. Kalau tak bisa normalisasi, akan dibuat bronjong," tuturnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri