Jaga Independensi, Febri Diansyah dan Donal Fariz Undur Diri dari Tim Debat KPU Sumbar dan Tanah Datar

Febri Diansyah dan Donal Fariz saat Zoom Meeting dengan Paslon SR-Labuan
Febri Diansyah dan Donal Fariz saat Zoom Meeting dengan Paslon SR-Labuan (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Febri Diansyah dan Donal Fariz yang tergabung dalam Kantor Hukum Visi Integritas mengajukan pengunduran diri sebagai Tim Penyusun Materi Debat pada Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Tanah Datar.

Diketahui, Donal Fariz sebelumnya diminta masuk sebagai Tim Penyusun Materi Debat di KPU Provinsi Sumatera Barat, sedangkan Febri Diansyah di KPU Kabupaten Tanah Datar.

baca juga: Besok, Madra Indriawan Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Solok

"Kami berkomitmen untuk mencegah sejak awal potensi terjadinya conflict of interest (konflik kepentingan) atau setidaknya menjaga kepatutan dan mitigasi risiko di masa akan datang," katanya.

Pengunduran diri tersebut, karena terkait posisi keduanya saat ini sebagai kuasa hukum Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya nomor urut 2, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, S.E dan Drs. Dasril Panin Datuk Labuan (SR-Labuan).

baca juga: Ini Jumlah Surat Suara Pilkada Padang yang Rusak

"Hal ini kami lakukan karena prinsip-prinsip politik berintegritas memang perlu konsistensi. Seperti yang kami terapkan pada hubungan pendampingan hukum terhadap SR-Labuan di Kabupaten Dharmasraya, agar kita bersama-sama menjaga prinsip-prinsip intergritas tersebut," kata Febri Diansyah melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (19/11/2020).

Ia menambahkan, meskipun Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tanah Datar merupakan wilayah yang berbeda, namun ia memandang perlu melakukan declare terkait posisi tersebut.

baca juga: Selamatkan Perantau di Wamena jadi Alasan Tokoh Padang Ganting Dukung Nasrul Abit

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak awal sekaligus penghormatan terhadap prinsip independensi KPU Kabupaten Tanah Datar dalam menjalankan tugasnya mewujudkan yang demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Kami berharap pelaksanaan Pilkada yang demokratis dan berintegritas dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar dirasakan manfaat dan kerja nyatanya oleh masyarakat," ujarnya.

baca juga: Terkait Pelanggaran Administrasi Pemilihan NA - IC, Tim Mahyeldi - Audy Sampaikan Hal Ini

Editor: Muhammad Haikal