BKKBN Sumbar Gandeng Ade Rizki Pratama dalam Advokasi dan KIE di Lubuk Basung, Tekankan Pentingnya Program Bangga Kencana

BKKBN Perwakilan Provinsi Sumbar melakukan kegiatan Advokasi dan KIE Bersama Mitra Kerja Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama, SE, MM, di Halaman Kantor Camat Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sabtu, 14 November 2020.
BKKBN Perwakilan Provinsi Sumbar melakukan kegiatan Advokasi dan KIE Bersama Mitra Kerja Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama, SE, MM, di Halaman Kantor Camat Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sabtu, 14 November 2020. (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan kegiatan Advokasi dan KIE Bersama Mitra Kerja Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama, SE, MM, di Halaman Kantor Camat Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sabtu, 14 November 2020.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama mengungkapkan bahwa Komisi IX memiliki ruang lingkup salah satunya kesehatan, sehingga BKKBN adalah salah satu mitranya dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ia menyampaikan, BKKBN memiliki peran penting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

baca juga: Solar Langka di Sumbar, Andre Rosiade Langsung Komunikasi dengan Pertamina

" BKKBN memiliki program penting dalam menciptakan SDM hang unggul dan berkualitas, selain dari programnya yang banyak diketahui orang yakni membantu pemerintah mengendalikan jumlah penduduk. Kami dari Komisi IX DPR RI membutuhkan peran BKKBN yang tentunya berpengaruh untuk pembentukan kualitas penduduk di masa mendatang," ujar Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama.

Kader Gerindra ith menjelaskan, upaya pembentukan keluarga berlualitas tersebut tertuang dalam berbagai program yang dimiliki BKKBN seperti 1000 hari pertama kehidupan, bina keluarga balita, bina krluarga remaja hingga bina keluarga lansia. Menurutny, dsri program tersebut, dapat diketahui BKKBN memperhatikan setiap penduduk mulai sejak dari dalam kandungan hingga mencapai usia senja.

baca juga: Andre Rosiade Ingin BSI jadi Bank Syariah Sepenuhnya

"Penting sekali mengimplementasikan seribu hari pertama kehidupan. Hal ini dimulai dari proses dalam kandungan selama sembilan bulan dan dua tahun setelah melahirkan. Pola asuh seribu hari pertama kehidupan akan mencegah stunting. Dilanjutkan dengan merencanakan kehidupan remaja. Dibutuhkan juga peran orang tua, dan pemuka maayarakat untuk membina remaja, dengan menyarankan kepada generasi muda untuk tidak menikah dibawah usia ideal," katanya.

Di sisi lain, ade juga mengapresiasi capaian Program KB di Kecamatan Lubuk Basung yang sudah melampaui target yang ditetapkan. Kemudian, ia juga berpesan pada tiiap keluarga agar memberikan nutrisi yang bergizi pada anak sekaligus mendidiknya dengan tepat.

baca juga: Buka Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi Hancurkan Sistem Rentenir

Selanjutnya ia berpesan agar masyarakat untuk memperhatikan jarak kehamilan anak selama masa pandemi COVID-19. Jangan sampai nanti angka TFR Sumbar jadi meningkat signifikan karena masyarakat di rumah saja.

"Di rumah saja tidak apa-apa. Tapi ingat, tetap jaga angka TFR agar tidak meningkat drastis. Jaga jarak kehamilan anak-anak, jangan berdekatan tahun lahirnya," kata Ade.

baca juga: Andre Rosiade Minta Menteri Bahlil Datangkan Investasi Olah Karet ke Sumbar

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Ibu Ir. Hj. Etna Estelita, M.Si menyampaikan, Rata-rata anak yang dilahirkan oleh wanita usia subur (TFR) tahun 1970 antara 5 sampai 6 orang anak. Apabila jumlah kelahiran tidak dikendalikan, maka kedepan akan membutuhkan banyak sumberdaya.

"Tahun ini, BKKBN telah merayakan ulang tahun emasnya ke 50 tahun. Saat ini, rata-rata jumlah kelahiran sudah 2,4 persen. Logikanya, kita hampir mendekati porsi penduduk yang tumbuh seimbang. Namun, upaya peningkatan kualitas penduduk dan pengendalian jumlah penduduk perlu kita lanjutkan. Karena saat ini Indonesia masih diperingkat 111 dari 189 negara dunia dengan penghasilan yang bagus. Melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB, diharapkan dapar menjadi solusi, ujung tombak dan sinergi dengan program pemerintah lainnya untuk membina kualitas dan pengendalian kuantitas penduduk," ujar Etna.

Di sisi lain, Etna jiga menjelaskan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Hal itu menjadi penting guna mempersiapkan seorang remaja agar paham ketika telah berkeluarga nanti. Para remaja juga diharapkan paham dengan kondisi empat terlalu bila telah menikah nanti yakni Pertama, menghindari melahirkan dengan usia terlalu muda. Kedua, menghindari melahirkan terlalu tua. Ketiga, menghindari melahirkan dengan jarak waktu yang terlalu rapat. Keempat menghindari melahirkan dengan jumlah terlalu banyak.

"Semoga dengan hal ini, kita dapat menciptakan generasi emas yang tentunya akan menjadi penerus bangsa ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala OPD KB Agam sebelumnya menyampaikan terimakasih kepada Anggota DPR RI dan BKKBN karena telah mempercayakan acara yang bermanfaat ini di Lubuk Basung.

"Kegiatan ini sudah yang keempat kalinya tahun 2020 diselenggarakan di Kabupaten Agam. Dari akseptor KB yang ditargetkan sebanyak 25 orang pada acara kemitraan ini, diharapkan tahun depan kuotanya ditambah. Hal ini karena minat masyarakat yang cukup tinggi di Kabupaten Agam untuk dilayani. Sebanyak 5920 akseptor sudah terlayani dari pasangan usia subur dan capaian sebesar 113 persen di Lubuk Basung," tuturnya.

Editor: Khadijah