5 Kecamatan di Padang Pariaman Dilanda Banjir dan Longsor

Saat evakuasi warga
Saat evakuasi warga (Ist)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Hujan dengan intensitas tinggi serta durasi yang lama sejak sore hingga malam hari pada Jumat (20/11) membuat 6 nagari di 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman , Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terendam banjir .

Akibatnya, ratusan warga di wilayah tersebut terpaksa dievakuasi ke tempat aman.dan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.

baca juga: Ratusan warga Mengungsi Saat Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

Kalaksa BPBD Padang Pariaman , Budy Mulya kepada KLIKPOSITIF mengatakan, pihaknya beserta polisi dan TNI melakukan evakuasi semenjak sore hingga malam hari.

"Evakuasi dibantu juga oleh polisi dan TNI. Dari hasil sementara yang kami dapatkan di lapangan, sedikitnya 5 kecamatan di Padang Pariaman terdampak banjir dan longsor ," ungkap Budy Mulya, Sabtu 21 November 2020.

baca juga: Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Beruntun, Apa Kata BMKG?

Lebih lanjut Kalaksa BPBD itu mengungkapkan, adapun kawasan yang dilanda longsor , yakni Kecamatan 2X11 Enam Lingkuang di kawasan Korong Bari Magek, Nagari Sicincin.

"Sementara itu pada kawasan Kecamatan Nan Sabaris, Nagari Kapalo Koto, Korong Jiraik Baruah, banjir merendam rumah warga dengan kedalaman lebih kurang satu meter. Di sini 10 unit rumah warga terendah banjir , 10 orang mengungsi yang terdiri dari lansia sebanyak 2, Balita 3 orang, 1 orang hamil, selebihnya dewasa. Untuk kerugian material mencapai 5 juta rupiah dan tidak ada korban jiwa," ungkap Budy Mulya.

baca juga: Banjir di Pessel, Mahasiswa Galang Bantuan

Masih di Kecamatan Nan Sabaris, katanya lagi, tepatnya di Nagari Padang Kandang Pulau Air, Korong Pulau Air, rumah warga terendah air, dan jumlah warga yang diungsikan sebanyak 10 lansia dan balita 2 orang.

"Ada lagi di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Nagari Sintuak, Korong Batang Tapakih, air juga merendam rumah warga dengan kedalaman 1 meter. Rumah terdampak sebanyak 5 unit dengan jumlah pengungsi 3 orang dan kerugian material sekitar 5 juta rupiah," kata Budy Mulya.

baca juga: Jamin Kelancaran Pemungutan Suara, Petugas TPS di Pariaman Lakukan Rapit Tes

Tidak hanya itu, Budy Mulya juga katakan, di Kecamatan Enam Lingkuang, Nagari Parit Malintang, Korong Pauah dan Korong Pasa Limau, banjir merendam rumah warga.

"Yang terendah adalah tempat ibadah, sawah dan warung. Air sedalam satu setengah meter. Sebanyak 12 rumah terdampak dengan jumlah pengungsi sebanyak 36 orang, satu tempat ibadah, dan 5 unit warung. Sementara kerugian material seperti kerbau 10 ekor, kambing 15 ekor, ayam dan itik sebanyak 800 ekor, sawah seluas 10 hektare dan 19 unit mesin bajak sawah," sebutnya.

Yang paling parah ada pada kawasan Kecamatan Ulakan Tapakis, Nagari Kampung Galapuang, Korong Kampung Baruah. "Di sini air merendam rumah warga dengan ketinggian satu meter lebih, sebanyak 70 unit rumah terendam dengan jumlah pengungsi mencapai 200 orang warga. Balita sebanyak 155 orang, lansia 35 orang, dan ibu hamil 10 orang.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi