Viral Video Warga Bukittinggi yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Begini Kisahnya

Rumah tak layak huni di Bukittinggi yang viral di Facebook
Rumah tak layak huni di Bukittinggi yang viral di Facebook (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Video blusukan calon Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yang menemukan adanya warga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni viral di media sosial, terutama di Facebook.

Video berdurasi 19 menit 47 detik ini diunggah di akun Facebook Erman Safar pada 19 November 2020 pukul 14.26 WIB. Hingga Sabtu 21 November pukul 08.31 WIB, video ini telah ditonton lebih dari 420 ribu orang, melebihi jumlah penduduk Kota Bukittinggi - Sumbar yang pada tahun 2019 hanya berjumlah sekitar 130 ribu jiwa.

baca juga: Resmi Pacaran, Ifan Seventeen Bantah Rebut Istri Orang

Video tersebut mendapat 6,5 ribu like dan emoji, serta telah 6,6 ribu kali dibagikan.

Dalam video itu memperlihatkan suasana duka di salah satu rumah tidak layak huni. "Tadi malam kami antarkan nasi pak. Tapi nasi itu dimakannya tadi pagi," ucap Erman Safar pada awal video tersebut.

baca juga: Pilkada Bukittinggi, UAS Dukung dan Doakan Erman Safar-Marfendi

Penghuni rumah tidak layak huni itu diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan kondisi perekonomian mereka sangat memprihatinkan, sehingga harus menghemat makanan agar tetap bisa bertahan hidup. Bahkan tak jarang penghuni rumah tersebut hanya minum air untuk mengisi perut, karena tak ada makanan yang disantap.

Erman Safar kemudian mengumpulkan sahabat dan tim dari Bukik 84 Akal Sehat untuk membantu keluarga tersebut. Mereka kemudian mencari rumah kontrakan dan memindahkan keluarga kurang mampu itu ke rumah kontrakan.

baca juga: Batal Berkarir di Eropa, Warganet Berikan Semangat Untuk Bagus Kahfi

"Tapi ini semua doa mereka, doa anak-anak ini, doa ibu ini setiap malam, mempertemukan kita setelah beberapa tahun mereka menderita. Alhamdulillah Allah telah mempertemukan kita. Dan sungguh ini adalah rezeki mereka ya Allah," sambung Erman Safar terbata sambil menyeka air matanya saat keluarga kurang mampu itu telah pindah ke rumah kontrakan yang baru ( klik di sini untuk lihat videonya ).

Tak Layak Huni

baca juga: Selebgram Ini Mengaku Terkena Imbas Viralnya Video Syur Mirip Gisel

Dari pantauan KLIKPOSITIF pada Jumat 20 November 2020, rumah tak layak huni tersebut berukuran sekitar 4 kali 4 meter. Tak ada sekat dalam rumah tersebut. Semuanya berada dalam satu ruangan, mulai dari tempat tidur, tempat beribadah, tempat makan, tempat pakaian dan barang-barang lainnya.

Dinding bangunan ditutup dengan campuran material mulai dari triplek, seng, hingga baliho. Ada dinding yang bolong pada bagian bawah, sehingga sangat rentan dimasuki binatang melata.

Selanjutnya, ada dua pintu di bangunan tersebut, yakni pintu depan dan pintu belakang. Namun daun pintu tersebut hanya berupa gorden yang bisa terbuka kapanpun jika dihembus angin.

Untuk atap bangunan tersebut terbuat dari seng. Namun di saat siang dan panas terik, siapapun yang berada di dalam bangunan itu akan berkeringat kepanasan, karena seng tersebut hanya dilapisi kain tipis.

"Saat hujan lebat, rumah kami tergenang sekitar empat senti meter. Jadi semua yang ditarok di bawah akan basah semuanya," ujar Trendi Susanto (50) saat ditemui KLIKPOSITIF , Jumat 20 November 2020 sore.

Trendi Susanto adalah penghuni bangunan tersebut. Selain dirinya, isterinya, ada 3 anaknya, sehingga total ada 5 orang yang yang menghuni tempat tersebut. Ia mengaku telah lebih 15 tahun berada di tempat itu.

"Tanahnya bukan punya saya. Kami hanya menyewa tanah di sana. Per tahun Rp1,5 juta. Tapi karena tak ada uang, kami tak pernah bayar sekalipun. Sudah beberapa kali kami diusir karena tak bayar. Tapi kami tetap bertahan di sana dan membuat pemilik tanah akhirnya menerima kondisi kami," ujarnya.

Trendi Susanto mengatakan, dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang-kadang bantu-bantu di percetakan tak jauh dari tempat tinggalnya, kadang-kadang memenuhi panggilan orang yang membutuhkan tenaganya.

"Isteri saya kerjanya cleaning service di rumah sakit. Tapi kerjanya tidak tetap. Hanya mengganti kawan kalau tidak masuk. Kalau kawannya masuk kerja semua, dia gak kerja. Kalau anak ada 3, yang besar putus sekolah saat kelas 3 SMP, yang satu masih sekolah di SMP, yang satu masih sekolah di SD," ujarnya.

Menurut Trendi Susanto, untuk makan sehari-hari keluarganya mengandalkan sembako bantuan dari pemerintah. Jika habis, dirinya harus bekerja keras untuk dapat penghasilan. Tak jarang keluarganya harus menahan lapar, karena tak setiap hari dirinya dapat penghasilan.

Saat rumahnya didatangi oleh Tim Erman Safar , dirinya sedang berada di Pasaman, untuk mencari bunga-bunga hias untuk dijual. Namun apes, tidak banyak banyak yang didapat.

Saat ini, ia sedang berupaya membuat pot bunga dari bahan semen dan barang bekas. Pot berukuran besar itu rencananya akan dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. "Mudah-mudahan ada pintu rezeki di sini," harapnya.

Blusukan Erman Safar

Viralnya video ini berkat blusukan Erman Safar . Lokasi rumah tak layak huni berada di kawasan Pincuran Gauang Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi - Sumbar.

Kepada KLIKPOSITIF , Erman Safar menyebut jika blusukan waktu itu dilakukan pada hari Minggu 15 November 2020. Menurutnya, saat penghujung kegiatan, ada warga sekitar yang menginformasikan adanya warga yang perlu menjadi perhatian.

"Karena waktu masih ada 20-30 menit menjelang maghrib, kita langsung mendatangi keluarga itu. Saya tidak membayangkan bahwa seperti itu keadaannya. Jadi, selama ini kami kegiatan blusukan hampir 16 ribu rumah, tidak pernah kami menemukan hal seperti ini. Saya tidak pernah membayangkan bakal bertemu keluarga seperti ini," tutur Erman Safar .

Erman Safar melanjutkan, melihat kondisi rumah tersebut, seketika itu jiwa kemanusiaan sesama muslim langsung terpanggil. Menurutnya, malam itu ia meninggalkan rumah tersebut lalu menghubungi sahabat-sahabatnya untuk minta bantuan.

"Saya secara pribadi dalam kampanye tidak boleh memberikan uang atau benda-benda yang nominalnya telah di atur dan ditetapkan oleh Peraturan KPU. Tapi saya masih memiliki sahabat-sahabat yang sangat peduli, saya langsung telpon, hubungi Komunitas Bukik 84 Akal Sehat. Ketika itu juga direspons, Allah telah menggerakan hati mereka, lalu patungan dan mengumpulkan uang," papar Erman Safar .

Bersama-sama kemudian dicarikan rumah kontrakan buat keluarga kurang mampu tersebut, dan berhasil menemukannya di kawasan Padang Gamuak yang masih berada di Kelurahan Tarok Dipo.

Tak hanya rumah kontrakan, keluarga kurang mampu ini juga dibantu perlengkapan rumah serta dibantu pembayaran listriknya.

"Saudara kita ini mesti kita bantu, karena mereka sudah tergolong ke dalam golongan fakir, orang yang paling utama, yang paling dahulu mendapatkan bantuan di dalam Islam," tutur Erman Safar .

Editor: Haswandi