Jalur Hukum Buntu, Trump Gunakan Cara Baru untuk Jegal Kemenangan Biden

Donald Trump
Donald Trump (net)

KLIKPOSITIF - Donald Trump masih belum mengaku kalah pada pemilu AS. Meski telah menantang hasil pemilu melalui jalur hukum tim Trump masih belum mendapatkan kemenangan berarti.

Mereka belum dapat membuktikan adanya kecurangan pemilu yang meluas, setelah mengajukan puluhan gugatan hukum. Pengacara utamanya, mantan walikota New York, Rudy Giuliani, berkata pada hari Kamis bahwa tim kampanye Trump mencabut gugatan hukumnya di Michigan, tempat Biden memenangkan lebih dari 160.000 suara.Kini Presiden Trump tampaknya mengganti strategi untuk membalikkan hasil pemilu, dari strategi legal yang peluang suksesnya rendah ke strategi politik yang peluang suksesnya lebih rendah lagi. Terdapat sejumlah langkah yang mungkin akan dilakukan Trump:

baca juga: Baru Menjabat, Biden Cabut Larangan Terkait Umat Muslim Ini

-Memblokir proses sertifikasi suara di sebanyak mungkin negara bagian, baik melalui gugatan hukum maupun dengan mendorong pejabat dari partai Republik untuk mengajukan keberatan.

-Meyakinkan badan legislatif yang dikuasai partai Republik di negara-negara bagian yang dimenangkan Biden dengan selisih suara tipis, untuk menolak hasil pemungutan suara karena telah ternoda oleh praktik kecurangan yang meluas.

baca juga: Sengketa Pilgub Sumbar Sudah di Registrasi MK, Pengamat Nilai Pelantikan Calon Terpilih Tetap Jalan

-Meminta badan legislatif untuk kemudian memberikan suara Electoral College negara bagian mereka, yang diberikan oleh para "elektor" pada 14 Desember, kepada Trump alih-alih untuk Biden.

-Melakukan langkah-langkah tersebut di cukup banyak negara bagian - Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, misalnya - untuk mendorong Trump dari perolehan suara totalnya saat ini yakni 232 suara elektoral hingga melampaui ambang batas kemenangan 269 suara.

baca juga: Hendak Bawa Senpi Protes Pelantikan Biden, Satu Pejabat AS Ditangkap

-Menarik Biden dari 306 suara elektoral yang telah ia dapatkan bahkan bisa efektif, karena kemudian hasil pemilu akan ditentukan di DPR, yang meski dikuasai partai Demokrat, Trump bisa tetap diuntungkan di sana karena suatu aturan yang barangkali tidak diketahui banyak orang

Trump memberi tekanan pada orang-orang yang dapat mengubah pilihan negara bagian. Ketika warga Amerika memberikan suara dalam pemilihan presiden, mereka sebenarnya memilih dalam kontes negara bagian, bukan kontes nasional. Mereka memilih sejumlah elektor negara bagian yang kemudian masing-masing akan memberikan satu suara untuk salah satu calon presiden.

baca juga: KPU Pessel Masih Menunggu Informasi MK Soal Lanjutan Gugatan Paslon Pilkada

Para elektor ini biasanya mengikuti keinginan elektorat - di Michigan, misalnya, mereka semua harus memilih Joe Biden karena ia memenangkan negara bagian itu. Pada hari Senin, dewan penghitungan suara yang terdiri dari dua anggota partai Republik dan dua anggota Demokrat dijadwalkan bertemu untuk menghitung suara dan secara resmi mengonfirmasi bahwa suara 16 elektor diberikan kepada Biden.

Petunjuk pertama mengenai tekanan Trump terhadap negara-negara bagian untuk mengabaikan total suara saat ini muncul menyusul laporan bahwa ia memanggil pejabat partai Republik yang awalnya menolak mensertifikasi hasil pemilihan Detroit, kota terbesar di Michigan.

Peristiwa di mana dua orang pejabat partai level rendah, di antara ribuan penghitung suara negara bagian di seluruh AS, bisa berbicara secara langsung kepada presiden AS sangatlah tidak biasa. Mereka pada akhirnya membalik keputusan untuk memblokir proses tersebut - dan kemudian, setelah panggilan Trump, mengungkapkan penyesalan karena telah membalik keputusan mereka.

Petunjuk tersebut menjadi bukti niat yang jelas ketika para pemimpin partai Republik di badan legislatif Michigan menerima undangan presiden ke Gedung Putih pada hari Jumat. Kabar ini disertai laporan bahwa Presiden Trump berniat mencari jalan lain untuk menekan badan legislatif di negara-negara bagian kunci supaya meninjau ulang, dan mungkin membalikkan, hasil pemilihan di tempat mereka.

Hal yang biasanya sekadar formalitas dalam pemilihan yang normal - sertifikasi total suara di negara bagian oleh perwakilan kedua partai - telah menjadi medan pertempuran terbaru dalam upaya Presiden Trump untuk mempertahankan kekuasaan dalam empat tahun ke depan.

Editor: Ramadhani