Pemko Payakumbuh Akan Buka Kembali Sekolah, DPRD Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

Anggota DPRD Kota Payakumbuh Fraksi Golkar, YB Dt. Parmato Alam.
Anggota DPRD Kota Payakumbuh Fraksi Golkar, YB Dt. Parmato Alam. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - DPRD Kota Payakumbuh mengingatkan pemerintah daerah setempat untuk benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan ketika melangsungkan proses pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilangsungkan mulai Rabu (25/11).

"Belajar tatap muka memang kita kira sudah waktunya, karena psikologis anak-anak sudah terdampak. Belajar daring tidak menguntungkan lagi, tapitetap disiplin pengetatan protokol kesehatan COVID-19," kata Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, Senin (23/11).

baca juga: 3 Tahun Jabat Ketua PN Tanjungpati, Herry Cahyono Kini Jabat Ketua PN Serang IA

Diakuinya, di tengah-tengah masyarakat saat ini masih ada pro kontra terkait rencana pembelajaran tatap muka.

"Ada yang ingin belajar tatap muka, ada yang ingin mempertahankan sistem daring. Namun demikian, secara pembelajaran, kalau tidak tatap muka sangat berdampak terhadap proses belajar mengajar dan kecerdasan anak," lanjutnya.

baca juga: Edarkan Uang Palsu di 10 TKP, Pria Asal Lima Puluh Kota Diringkus Polres Payakumbuh

Atas pertimbangan hal itu, pihaknya tidak hanya mendukung tapi juga mendorong untuk dimulainya proses pembelajara tatap muka di sekolah.

"Tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Kalau sudah kita laksanakan protokol kesehatan ketat sesuai dengan arahan dan SOP terhadap penerapan protokol kesehatan, kita rasa Insya Allah bisa terhindar dari dampak COVID-19," katanya.

baca juga: Kerugian Pesantren Cahaya Islam Karena Kebakaran Lebih Rp400 Juta, Bantuan Bisa Dikirim ke Rekening Ini

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh Agustion, mengatakan setelah Pemprov Sumbar menetapkan daerah tersebut masuk zona kuning COVID-19, pemko mulai menyusun rencana untuk membuka sekolah tatap muka mulai Rabu (25/11). Saat ini dirinya sedang berkoordinasi bersama tim gugus tugas Covid-19 Kota Payakumbuh .

"Untuk PAUD dan SD kelas rendah (kelas 1,2, dan 3) sudah diizinkan masuk, tapi frekuensi jam belajarnya tidak sebanyak kelas tinggi, sementara siswa kelas 4 hingga 6 SD, SMP, dan SMA belajar dengan jadwal diatur sekolah dengan aturan satu kelas sekali masuk diisi 50 persen dari total siswa di kelas," kata Agustion, Senin (23/11).

baca juga: Disnakerperin Payakumbuh Maksimalkan Pelatihan untuk Menekan Angka Pengangguran

Terkait penerapan protokol kesehatan, ia menyebut bahwa setiap sekolah di Payakumbuh sudah siap untuk menjalankan protokol kesehatan saat sekolah sudah dibuka kembali.

"Setelah rencana sekolah tatap muka kita sempat beberapa kali gagal, sekolah sudah jauh hari mempersiapkan sarana protokol kesehatan bagi siswanya," ungkapnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat