Nelayan Sebut Selama Ini Banyak Bantuan Tidak Sesuai Kebutuhan, Nasrul Abit Beri Respon Ini

Nasrul Abit menemui nelayan
Nasrul Abit menemui nelayan (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Calon Gubernur Sumatra Barat ( Sumbar ), Nasrul Abit , berdialog dengan nelayan se-Kota Padang di Rumah Perjuangan Relawan Raden Saleh, Selasa (24/11). Para nelayan itu menumpangkan harapan mereka kepada Nasrul Abit , yang juga anak nelayan dan tinggal di Pantai Air Haji, Pesisir Selatan, sewaktu dulu.

Menurut perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Padang, Herman, menyampaikan bahwa persoalan selama ini banyak bantuan untuk nelayan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan . Akibatnya, bantuan itu tidak dimanfaatkan oleh nelayan .

baca juga: Alumni SMKN 2 Padang Sebut Aturan Penggunaan Jilbab Sudah Ada dari Dulu, Ini Pengakuannya

"Bantuan walaupun sedikit asalkan keinginan nelayan . Selama ini dinas tidak menyerap aspirasi nelayan yang akan dibantu sehingga bantuan tidak dipakai. Mereka butuh jaring, tetapi diberi mesin, tentu tidak nyambung," tuturnya.

Ketua Nelayan Pasie Nan Tigo, Rusdi, mengatakan bahwa banyak persoalan nelayan yang harus diselesaikan. Misalnya, soal rumah tak layak huni, bantuan alat tangkap, dan pengurusan surat menyurat kapal.

baca juga: Heboh Kasus Pemakaian Jilbab Untuk Siswa Non Muslim, Kuasa Hukum Sebut Jeni Tidak Merasa Terusik

"Kami berharap kepada Pak Nasrul Abit . Beliau anak nelayan tentu paham persoalan nelayan ," ucapnya.

Juliadi, nelayan Bungus Teluk Kabung, juga berharap bantuan alat tangkap, seperti mesin tempel, jaring gambolo, dan jaring nilon, untuk menangkap ikan. Selain itu, dia ingin ada solusi dari sulitnya kepengurusan surat-menyurat kapal, khususnya untuk kapal 10 GT ke bawah.

baca juga: Memasak Apam, Tradisi Warga Pasaman Barat Menyambut Bulan Rajab

"Kami nelayan kecil 10 GT ke bawah jangan sampai dipersulit. Harapan kami nelayan kami tumpangkan kepada Pak Nasrul Abit ," ujarnya.

Setelah mendengar aspirasi para nelayan , Nasrul Abit berjanji menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Jika dia menjadi gubernur, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, akan langsung datang ke Sumbar .

baca juga: Pasutri di Bukittinggi Ditangkap dalam Kasus Perkosaan, Ini Peran Sang Istri

"Pak Edhy Prabowo sudah janji kepada saya. Beliau akan datang ke Sumbar begitu kami dilantik. Nanti, semua persoalan nelayan kita sampaikan kepada beliau. Kemudian, sektor kelautan menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Gubernur bisa langsung mengambil sikap terkait persoalan nelayan ," ucapnya.

Nasrul Abit setuju bahwa bantuan harus sesuai keinginan nelayan . Sewaktu menjabat Bupati Pesisir Selatan, dia pernah menolak bantuan kapal dari pemerintah pusat karena tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat ketika itu.

"Saya tolak karena tak ada manfaatnya bagi nelayan . Untuk apa? Nelayan butuh jaring, tetapi dikasih kapal. Kan ndak nyambung. Maksud saya begini, kita bantu sesuai keinginan mereka," tuturnya.

Adapun soal memberikan rumah layak huni kepada nelayan , Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu mengatakan bahwa pemerintah provinsi di bawah Ditjen Perumahan sedang mendata rumah tak layak huni di Sumbar .

"Semua rumah didata, termasuk rumah nelayan . Dirjen Perumahan saat ini Pak Kalawi dan pernah di Pessel dulu. Orang Sumbar juga. Jadi, amanlah itu. Ada 41.000 keluarga nelayan di Sumbar yang harus kita perhatikan," katanya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri