Sekolah di Payakumbuh Akan Kembali Dibuka, Siswa yang Hadir Harus Kantongi Izin Orang Tua

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Meski Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh berencana kembali membuka kembali sekolah untuk melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) mulai Rabu (24/11) ini, namun bagi siswa yang orang tuanya masih khawatir tetap dapat melaksanakan proses belajar melalui daring.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh , Agustion menyebut, setiap orang tua nantinya akan diminta mengisi surat persetujuan untuk membolehkan anaknya melaksanakan PBM tatap muka di sekolah.

baca juga: Beli Sabu Dipinggir Jalan, Petani di Lima Puluh Kota Diciduk Polisi

"Apabila orang tua masih takut untuk melepas anaknya belajar di sekolah sah-sah saja. Untuk anak yang tidak boleh ke sekolah itu tetap dapat belajar melalui daring," katanya, Selasa (24/11).

Dia melanjutkan, hal itu sudah sesuai dengan arahan dari Tim Gugus Tugas Nasional dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang diputuskan dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

baca juga: 3 Tahun Jabat Ketua PN Tanjungpati, Herry Cahyono Kini Jabat Ketua PN Serang IA

"Terlebih pelaksanaan PBM di sekolah kali ini juga perpaduan antara daring dan tatap muka. Sebab, setiap kelas hanya boleh diisi 50 persen dari total siswa biasanya," lanjut dia.

Agustion menerangkan, setiap sekolah di Payakumbuh juga telah diminta sedemikian rupa untuk menyiapkan shift untuk siswanya masuk sekolah secara bergiliran, termasuk protokol kesehatan yang juga wajib dilaksanakan.

baca juga: Edarkan Uang Palsu di 10 TKP, Pria Asal Lima Puluh Kota Diringkus Polres Payakumbuh

Ia mengatakan, pelaksanaan PBM tatap muka kali ini adalah uji coba dibolehkannya pelaksanaan PBM pada semester genap atau awal Januari sesuai diatur dalam SKB empat menteri.

"Pada Januari ini, meski zona merah, sekolah tetao boleh melaksanakan PBM tatap muka di sekolah. Semoga dengan dilaksanakan kali ini, dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan PBM pada Januari itu," kata dia.

baca juga: Kerugian Pesantren Cahaya Islam Karena Kebakaran Lebih Rp400 Juta, Bantuan Bisa Dikirim ke Rekening Ini

Dia juga meminta perhatian dari orang tua agar mengawasi anak, jangan sampai pulang sekolah berkeliaran dan menggelar aksi berkerumun, karena beresiko tertular COVID-19 dan pemko mewanti-wanti sekali agar jangan sampai ada kluster baru dari sekolah.

"Satgas COVID-19 turut mengawasi aktivitas keramaian, jangan sampai pula anak sekolah kena tertibkan, pihak sekolah juga harus memantau siswa setelah pulang sekolahnya, sesuai instruksi Ketua Tim Gugus Tugas atau Wali Kota Riza Falepi," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat