Aktivis 212: Prabowo Sudah Kalah Sebelum Pilpres 2024

Menhan Prabowo Subianto
Menhan Prabowo Subianto (Net)

KLIKPOSITIF - Salah satu aktivis aksi 212 atau Mujahid 212, Damai Hari Lubis menyebut, penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK jadi tamparan keras bagi Prabowo Subianto.

Bahkan, kata Damai, hal itu memiliki dampak bagi kans Prabowo Subianto untuk bertarung di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

baca juga: Asnawi Gabung Klub Korsel, Indra Sjafri: Percaya dengan Proses

"Untuk pencapresan dirinya di 2024, merupakan pukulan telak atau kalah tanding sebelum gong dipukul. Ibarat bunga yang bisa jadi layu sebelum berkembang," kata Damai dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Damai juga sependa dengan politikus Partai Gerindra Arief Poyuono yang meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

baca juga: Fauzi Bahar : Hanya Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga, Tidak Mau Saya

Permintaan itu menyusul penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Rabu (25/11/2020) dini hari.

Damai mengatakan, dengan penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK, seharusnya Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra malu. Keputusan mundur dinilainya jalan yang tepat.

baca juga: Aturan Berkerudung di Sekolah Dibuat pada Masa Jabatannya, Mantan Wali Kota Padang Jelaskan Hal Ini

"Sehingga secara moral memang dapat dibenarkan pendapat daripada (pernyataan) Arief Poyuono. Prabowo Subianto idealnya mundur karena tidak cakap dalam memimpin dan pastinya manusiawi jika Prabowo Subianto menjadi malu," ujarnya.

Menurutnya, Prabowo tidak akan punya beban moral jika saat ini tak menjabat sebagai Menhan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo .

baca juga: 5 Terduga Teroris Dibekuk di Aceh, Ditemukan Bahan Bom Hingga Dokumen

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri