Aktivis 212: Prabowo Sudah Kalah Sebelum Pilpres 2024

Menhan Prabowo Subianto
Menhan Prabowo Subianto (Net)

KLIKPOSITIF - Salah satu aktivis aksi 212 atau Mujahid 212, Damai Hari Lubis menyebut, penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK jadi tamparan keras bagi Prabowo Subianto.

Bahkan, kata Damai, hal itu memiliki dampak bagi kans Prabowo Subianto untuk bertarung di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

baca juga: Dorong Pertumbuhan Kredit, BI Perpanjang DP 0% Kendaraan Bermotor dan Properti Hingga 2022

"Untuk pencapresan dirinya di 2024, merupakan pukulan telak atau kalah tanding sebelum gong dipukul. Ibarat bunga yang bisa jadi layu sebelum berkembang," kata Damai dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Damai juga sependa dengan politikus Partai Gerindra Arief Poyuono yang meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

baca juga: Fraksi PKS Dukung ASEAN Ambil Sikap Tegas terhadap Junta Myanmar

Permintaan itu menyusul penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Rabu (25/11/2020) dini hari.

Damai mengatakan, dengan penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK, seharusnya Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra malu. Keputusan mundur dinilainya jalan yang tepat.

baca juga: Presiden Pasang Target 70 Persen Penduduk Sudah Divaksin Pada Akhir 2021

"Sehingga secara moral memang dapat dibenarkan pendapat daripada (pernyataan) Arief Poyuono. Prabowo Subianto idealnya mundur karena tidak cakap dalam memimpin dan pastinya manusiawi jika Prabowo Subianto menjadi malu," ujarnya.

Menurutnya, Prabowo tidak akan punya beban moral jika saat ini tak menjabat sebagai Menhan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo .

baca juga: Penamaan Jalan dengan Nama Tokoh Turki, HWN: Tidak dengan Nama Mustafa Kemal Attatur

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri