Tak Mau Disanksi Kerja Sosial, Seorang Pelanggar Perda AKB di Tanah Datar Pilih Bayar Denda

Pelanggar Perda AKB yang diberi sanksi kerja sosial membersihkan tempat fasilitas umum
Pelanggar Perda AKB yang diberi sanksi kerja sosial membersihkan tempat fasilitas umum (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Seorang pelanggar Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru lebih memilih hukuman membayar denda dari pada diberi sanksi kerja sosial seperti membersihkan tempat fasilitas umum.

"Hari ini kita temukan 13 orang pelanggar Perda AKB di lokasi usaha, 12 orang diberikan sanksi kerja sosial membersihkan tempat fasilitas umum dan 1 orang memilih hukuman denda uang Rp100.000," ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Datar Yusnen Batusangkar, Kamis 26 November 2020.

baca juga: Delapan Pasien Sembuh COVID-19 di Tanah Datar, 4 Diantaranya Guru

Ia menyebut para pelanggar itu ditemukan Tim Penegak Perda terdiri dari personil Satpol PP, Polres, Kodim, dan Dishub saat melakukan operasinal di mini market, perbankan, dan pelaku usaha di Kecamatan Sungai Tarab, Salimpaung dan Tanjung Baru.

"Personil masih menemukan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha seperti membiarkan karyawan tidak memakai masker, tidak tersedia tempat cuci tangan, tidak membuat media informasi, dan membiarkan pembeli berkerumun tanpa membuat tanda jaga jarak," tutur Yusnen.

baca juga: Alumni SMKN 2 Padang Sebut Aturan Penggunaan Jilbab Sudah Ada dari Dulu, Ini Pengakuannya

Sementara itu, Kasi Penegakan Perda Elfiardi mengingatkan para pelaku usaha untuk melengkapi sarana tempat usaha sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Meski Perda AKB telah sebulan lebih disahkan, masih ada saja pelaku usaha yang belum mematuhi protokol kesehatan dalam Perda tersebut," tutur Elfiardi. (*)

baca juga: Heboh Kasus Pemakaian Jilbab Untuk Siswa Non Muslim, Kuasa Hukum Sebut Jeni Tidak Merasa Terusik

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi